Warga Jateng Dominasi Kunjungan Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Pada akhir September lalu, dalam sehari, sejumlah warga masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah, mendominasi jumlah kunjungan di Museum HM Soeharto. Mulai dari komunitas sepeda onthel hingga rombongan keluarga, dan siswa taman kanak-kanak.

Sejumlah pengunjung dari Jawa Tengah, berasal dari warga Kecamatan Ngluwar, Magelang, warga Bringin, Srumbung, Magelang, warga Gulon, Salam, Magelang, Trah Wiryo Triyoso, Bareng, Klaten, warga Mondokan, Klepu, Klaten, warga Aglik, Grabag, Purworejo.

Sementara rombongan pengunjung dari DI Yogyakarta, merupakan rombongan warga masyarakat dari Sorogenen, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, siswa-siswi dari TPA Ainul Huda, Nyamplung, Margokaton, Seyegan, Sleman, TK ABA Madugondo, Babadan, Sriharjo, Ngaglik, Sleman, dan Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Warga Aglik, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tampak antusias menyaksikan film sejarah di pendopo utama HM Soeharto, Minggu (29/9/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Pengelola mencatat, jumlah kunjungan pada Minggu (29/9/2019) tersebut, mencapai 550 orang. Sejak pagi, mereka secara bergelombang berdatangan ke musuem. Rombongan diterima oleh kepala museum, H Gatot Nugroho dan edukator museum, Maryanti dan Devi.

Seperti biasa, para pengunjung disambut hangat, dan dipersilakan menuju pendopo utama museum, untuk mendapatkan penjelasan tentang museum.

Edukator menjelaskan tentang sejarah musuem, yang didirikan H Probositedjo, adik HM Soeharto, agar masyarakat  mengetahui sosok HM Soeharto yang merupakan anak desa yang lahir di desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri ini bersama-sama dengan masyarakat.

TPA Ainun Huda, Nyamplung, Margokaton, Seyegan, Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Minggu (29/9/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Selanjutnya, rombongan diajak nonton bareng film sejarah HM Soeharto, dan dipersilakan memasuki ruang diorama berkonsep lorong waktu penggambaran perjalanan hidup HM Soeharto.

Dari ruang diorama, pengnunjung kemudian berkeliling ke sekitar museum, untuk melihat petilasan tempat dilahirkannya HM Soeharto, dapat berfoto bersama di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut HM Soeharto.

Pengunjung juga melihat dan merasakan sejuknya air sumur kenangan, peninggalan kakek HM Soeharto, Eyang Atmo Sudiro.

Pengelola berharap, agar kunjungan tersebut bermanfaat, dan memberikan pembelajaran berharga tentang kepemimpinan, sebagai suri teladan bagi para generasi penerus bangsa. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Warga Gulon, Kecamatan Salam, Magelang, Jawa Tengah, saat menyaksikan film sejarah di pendopo utama HM Soeharto, Minggu (29/9/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Leave A Reply

Your email address will not be published.