Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Sejarah HM Soeharto
YOGYAKARTA – Puluhan siswa berkebutuhan khusus dari dua sekolah berbeda di Yogyakarta, mengunjungi Museum HM Soeharto. Mereka belajar sejarah tentang sosok pemimpin dan pejuang kemerdekaan RI. Edukator museum pun memberikan penjelasan dengan cara yang dapat dengan mudah diterima oleh anak-anak berkebutuhan khusus ini.
Siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) E Prayuwana, Ngadisuryan, Kota Yogyakarta dan SLB Muhammadiyah, Gamping, Sleman, bersama guru pendamping, tampak ceria saat berada di kompleks Museum HM Soeharto, pada pertengahan Oktober 2019.
Kedatangan mereka disambut oleh dua edukator musuem, Maryati dan Devi, yang dengan sangat familiar membimbing anak-anak berkebutuhun khusus ini.
Memandu anak dengan kemampuan berbeda dari anak pada umumnya, tentu saja membutuhkan kemampuan tersendiri. Juga kesabaran, dan cara berbeda agar penjelasan yang diberikan dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak ‘luar biasa’ ini.
Program untuk siswa-siswi berkebutuhan khusus ini adalah dengan memberikan hiburan yang menarik, berupa film lucu di pendopo utama museum.
Kemudian mereka diberi penjelasan sederhana tentang sosok HM Soeharto, anak desa yang sederhana dan pernah menjadi Presiden Republik Indonesia. Juga diberikan penjelasan mengenai pendirian museum.
Agenda selanjutnya, putra-putri dari sekolah luar biasa ini oleh edukator diajak nonton film sejarah singkat HM Soeharto, dan dilanjutkan keliling ke ruang diorama, melihat petilasan tempat lahirnya HM Soeharto dan menengok sumur kenangan atau sumur peninggalan kakek HM Seoharto.
Pengelola museum berharap, agar sejarah kepemimpinan HM Soeharto dapat menginspirasi anak-anak berkebutuhan khusus ini untuk lebih bersemangat meraih cita-cita. (Pewarta: Gatot Nugroho)