PRESTASI DI DALAM NEGERI

Penganugerahan Sebagai Bapak Pembangunan Nasional

Satu tahun setelah ditetapkan oleh MPRS sebagai Presiden Republik Indonesia, pada awal pemerintahannya, Presiden Soeharto mulai 1 April 1969 mencanangkan Progam Rencana Pembangunan Lima Tahun yang disingkat dengan REPELITA. Selama pemerintahannya telah 5 (lima) REPELITA dilaksanakan, yaitu REPELITA I Tahun 1969-1974, REPELITA II Tahun 1974-1979, REPELITA III Tahun 1979-1984, REPELITA IV Tahun 1984-1989, dan REPELITA V Tahun 1989-1994. Untuk REPELITA VI Tahun 1994-1997, Presiden Seoharto tidak dapat menyelesaikan karena pada tanggal 21 Mei 1998 beliau menyatakan berhenti sebagai Presiden.

Dalam rangka melaksanakan pembangunan Presiden Soeharto mengajukan konsep yang disebut dengan TRILOGI Pembangunan yaitu, Stabilitas Nasional yang mantab, Pertumbuhan Ekonomi yang tinggi , dan Pemerataan Pembangunan. Dalam PELITA I pembangunan pertanian mendapat prioritas. Hasil pembangunan pertanian mulai dirasakan pada PELITA II dan mencapai puncaknya pada PELITA III, dimana pada tahun 1984 Indonesia mencapai swasembada pangan. Dalam PELITA I pemerintah juga meluncurkan Progam kependudukan Keluarga Berencana (KB), yang merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Untuk mengkoordinasikan progam KB ini dibentuklah Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Berkat keberhasilan dalam pembanguan ini Presiden Soeharto pada tahun 1983 oleh Majelis Permusyawataran Rakyat (MPR) ditetapkan sebagai Bapak Pembanguan.