Lebih 200 Siswa dari Dua Sekolah Belajar Sejarah HM Soeharto

YOGYAKARTA – Sebanyak 122 siswa TK IT Darul Athfal dan 150 siswa dari MI Muhammadiyah Pondok, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah, mengunjungi Museum HM Soeharto, Rabu (30/10/2019).

Mereka datang untuk mengenal lebih jauh sosok pejuang kemerdekaan RI, yang kemudian menjadi Presiden ke-2 RI, HM Soeharto. Kedatangan mereka disambut oleh edukator museum, yang kemudian memandu jalannya acara kunjungan.

Agenda pertama, para siswa yang datang secara bergelombang dan didampingi oleh sejumlah guru ini, diajak menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.

Anak-anak TK IT Darul Athfal , Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta, mengadakan acara kado silang di pendopo utama Museum HM Soeharto, Rabu (30/10/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Menyanyikan lagu kebangsaan menjadi kegiatan wajib para pengunjung, sebagai upaya meningkatkan rasa nasionalisme dan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia.

Agar suasana menjadi lebih santai, para siswa kemudian diajak menonton beberapa hiburan film kartun lucu. Kemudian, edukator mengajak mereka bersama-sama untuk menyanyikan lagu “Guru Tercinta”, sebuah hadiah istimewa dari anak-anak kepada Bapak/Ibu Guru tercinta, yang telah mendidik dan mendampingi dengan ikhlas.

Program ke dua, mereka diajak nonton bareng film sejarah HM Soeharto, sambil diberikan edukasi tentang sosok Bapak Bangsa, Bapak Pembangunan Nasional, yang lahir di Desa Kemusuk, Presiden ke-2 Republik Indonesia.

Selanjutnya siswa-siswi cerdas ini diajak berkeliling ke ruang diorama museum, yang menjadi petualangan tersendiri bagi rombongan ini.

Para siswa dari MI Muhammadiyah Pondok, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah, bersama guru pendamping foto bersama di Museum HM Soeharto, Rabu (30/10/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Lorong-lorong waktu sejarah HM Soeharto yang digambarkan dalam diorama museum merupakan sesuatu yang menarik dan sangat dinikmati oleh mereka.

Setelah itu, para pengunjung diajak berkeliling museum, melihat petilasan rumah kelahiran HM Soeharto, dan melihat serta merasakan sejuknya air sumur peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto.

Pengelola museum berharap, dari kunjungan itu para siswa mendapatkan inspirasi, suri teladan dalam meraih cita-cita. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.