Mahasiswa UNY Pelajari Sejarah HM Soeharto

YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mendalami sejarah Presiden ke-2 RI, dengan mengunjungi Museum HM Soeharto, di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Sebanyak 80 mahasiswa didampingi Dra. St. Nurbaya, M.Hum., M.Si., dosen program studi Pancasila, mengunjungi Museum HM Soeharto, dalam rangka outing class, dengan mempelajari sejarah kepemimpinan Presiden Soeharto, Rabu-Kamis (13-14/11/2019).

Kedatangan rombongan mahasiswa tersebut diterima dan dipandu oleh kepala museum, H. Gatot Nugroho, S.Pt., dan edukator museum, Devi.

Sambutan dan ucapan selamat datang disampaikan oleh pimpinan dan edukator museum, disambung penjelasan tentang sejarah berdirinya museum.

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, saat nonton bareng film sejarah HM Soeharto, di pendopo utama Museum HM Soeharto, Rabu (13/11/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Dikatakan, bahwa museum dibangun oleh H. Probosutedjo, sebagai wujud pengabdian sang adik dan penghargaan kepada kakak tercinta, HM Soeharto. Pembangunan museum didasari spirit filosofi “Mikul duwur, Mendem jero”.

Sementara itu, dijelaskan bahwa museum sebagai wahana yang menggambarkan perjuangan dan pengabdian tulus ikhlas HM Soeharto untuk Indonesia. Hal demikian sebagaimana filosofi ” Sa-Sa-Sa”, yang berarti seorang pemimpin bangsa harus sabar atine (sabar hatinya), sareh tumindake (berjiwa bijaksana) dan salih pikolehe (salih, selalu dekat kepada Allah SWT).

Kepala museum juga menjabarkan sejarah panjang masa kecil HM Soeharto, dengan harapan bisa menginspirasi para mahasiswa.

Rombongan juga diajak nonton bareng film sejarah autobiografi HM Soeharto, dan dilanjutkan dengan memasuki ruang diorama museum.

Di ruang diorama, para mahasiswa tampak mencermati sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, Operasi Trikora atau Pembebasan Irian Barat,  tragedi berdarah bangsa, pemberontakan G 30/ PKI dan Kesaktian Pancasila.

Rombongan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, foto bersama di dinding falsafah Sa-Sa-Sa Museum HM Soeharto,Rabu (13/11/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Juga sejarah panjang pembangunan pada masa Orde Baru, dari masa-masa menjadi negara miskin, kemudian menjadi negara berkembang hingga mencapai tinggal landas dan konsisten membangun negeri berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pengelola museum berharap, kunjungan tersebut memberikan inspirasi dan manfaat kepada para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.