Museum HM Soeharto tak Pernah Sepi Pengunjung

YOGYAKARTA – Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, tak pernah sepi pengunjung. Hampir setiap hari, puluhan hingga ratusan pengunjung dipastikan mengunjungi museum presiden legendaris ini. Pada awal Oktober 2019, ada pengunjung yang bahkan datang dari Maluku.

Dalam waktu lima hari sejak Selasa-Sabtu (1- 5/10/2019), ratusan pelajar dari berbagai daerah mengunjungi Museum HM Soeharto. Tak hanya pelajar, pengunjung musuem ini juga berasal dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Pramuka Saka Bahari Lanal, Soumlaki, Kepulauan Tanibar, Maluku.

Ratusan pelajar datang dari daerah DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka adalah siswa-siswi dari SLB Tegar Harapan, Sendang Adi, Mlati, Sleman, SDN Jumeneng, SDN Sinduadi, Mlati, Sleman, SDN 2, Wijirejo, Pandak, Bantul, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1, Sleman, SDN Karang Gayam, Piyungan, Bantul, SDN Dalangan 1, Parakan Kulon, Moyudan, Sleman, dan SDN Bunder III, Patuk, Gunung Kidul, serta SMKN 5 Yogyakarta.

Sedangkan dari Jawa Timur, datang rombongan siswa SMPN 2, Ngunut, Tulung Agung, Jawa Timur.

Rombongan pelajar dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1, Rogoyudan, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, -Foto: Gatot Nugroho

Rombongan pelajar dari berbagai daerah ini diterima oleh kepala museum, H Gatot Nugroho, didampingi edukator museum, Maryanti dan Devi.

Program pertama dilakukan di pendopo utama museum, untuk diberikan penjelasan tentang museum yang dibangun oleh adik HM Soeharto, yaitu H. Probosutedjo. Dibangunnya museum ini  dengan tujuan agar masyarakat mengetahui, bahwa HM Soeharto adalah sosok anak desa yang lahir di desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri ini bersama-sama dengan masyarakat.

Selanjutnya, rombongan pengunjung diajak nonton bareng  film sejarah HM Soeharto, yang diputar di pendopo utama museum.

Pelajar dari SD Negeri Karang Gayam, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Yogyakarta, antusias menyaksikan penjelasan sejarah di pendopo utama Museum HM Soeharto, -Foto: Gatot Nugroho

Program selanjutnya, pengunjung dipersilakan masuk ke ruang diorama museum, yang menggambarkan lorong waktu perjalanan hidup HM Soeharto.

Setelah dari diorama, pengunjung kemudian berkeliling ke sekitar museum untuk melihat petilasan tempat dilahirkannya HM Soeharto. Serta berfoto ria di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut HM Soeharto. Pengunjung juga melihat dan merasakan sejuknya air sumur kenangan, peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Pelajar SLB Tegar Harapan Sanggrahan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Leave A Reply

Your email address will not be published.