Pelajar, Komunitas dan Instansi Kunjungi Museum Bapak Pembangunan
YOGYAKARTA - Sekitar 850 orang mengunjungi Museum HM Soeharto, selama dua hari di akhir September, lalu. Mulai dari anak-anak PAUD hingga komunitas warga dan instansi, bahkan perguruan tinggi. Dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
Rombongan pelajar berasal dari SPS Tunas Harapan, Dusun Watu, Argomulyo, Sedayu, Bantul, PAUD Pelita Bunda, Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman, TK ABA Pringgokusuman, Kota Yogyakarta, SD Muhammadiyah Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta, dan Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia, Bantul.
Dari sejumlah instansi, antara lain karyawan PT. WDM Security Rewulu, Sedayu, Bantul, Komunitas GOSELO (Gowes Polsek Sentolo) Kulon Progo, dan Kelompok Senam Sehati Puskesmas Panjatan II, Kulon Progo.
Sementara pelajar dari Jawa Tengah, adalah SDN 1, Seboto, Gladagsari, Boyolali, SD Tegalrejo 2 Salatiga, SDN Ngupasan, Purworejo, dan dari Jawa Barat, yakni rombongan SMK 1 Malausma, Majalengka.
Kedatangan rombongan wisatawan dari berbagai kalangan itu disambut Kepala Museum HM Soeharto, Gatot Nugroho, dan dipandu oleh edukator museum, Maryanti dan Devi.
Sembari bersantai di pendopo utama, ratusan pengunjung itu mengikuti beberapa tayangan motivasi yang disampaikan oleh edukator.
Juga menerima penjelasan tentang sejarah HM Soeharto dan museum, serta nonton bareng tayangan film autobiografi sejarah HM Soeharto.
Setelah itu, secara bergantian pengunjung dipersilakan memasuki ruang diorama perjalanan Bapak Pembangunan Nasional, disambung keliling museum dan melihat petilasan rumah kelahiran HM Soeharto.
Juga melihat dan merasakan sejuknya air sumur peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto.
Pengelola museum berharap, kunjungan tersebut memberikan kesan sejarah yang bermanfaat, dan memberikan suri teladan tentang kepemimpinan dan kenegarawanan. (Pewarta: Gatot Nugroho)