Guru, Pelajar, PKK dan Posyandu, Kunjungi Museum HM Soeharto
YOGYAKARTA – Sebanyak 620 wisatawan dari berbagai daerah, mengunjungi Museum HM Soeharto, pada Sabtu (28/9/2019). Selain dari Yogyakarta, mereka juga datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Ratusan pengunjung yang datang pada akhir pekan di bulan September tersebut, berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari kelompok masyarakat, guru dan pelajar. Yakni, rombongan para guru dan keluarga besar SMPN 17, Tasikmalaya, Jawa Barat, PKK Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, warga kampung Kricak Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Kader Posyandu Pedak, Trimurti, Srandakan, Bantul, dan KKG Guru TK Anggur, Muntilan, Jawa Tengah.
Juga dari SDN 1 Mejing, Pos PAUD Tunas Delima, Sumber, Balecatur, Gamping, Sleman, SDN Somoitan, Girikerto, Turi, Sleman, SDN Jaranan, Pringgolayan, Banguntapan, SDN 3 Imogiri, Karang Talun, dan TK Masyithoh Al-Amin Bangunharjo, Sewon, Bantul.
Kedatangan para pengunjung itu diterima oleh pimpinan museum, dan dipandu oleh edukator musuem, Maryanti dan Devi.
Di pendopo utama musuem, mereka pun mendapatkan penjelasan tentang museum, mengikuti beberapa tayangan motivasi yang disampaikan oleh edukator, dan penjelasan tentang sejarah HM Soeharto. Juga nonton bareng tayangan film autobiografi sejarah Presiden ke-2 RI asal dusun Kemusuk, HM Soeharto.
Usai acara di pendopo utama, para pengunjung kemudian memasuki ruang diorama yang berkonsep lorong waktu, yang menceritakan sejarah HM Soeharto dari masa anak-anak, perjuangan, hingga menjadi presiden dengan berbagai prestasi internasional.
Dari ruang diorama, mereka kemudian berkeliling ke kompleks museum, melihat petilasan rumah kelahiran HM Soeharto, dan merasakan sejuknya air sumur kenangan, peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)