Ratusan Siswa Belajar Nasionalisme di Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Ratusan pelajar dari berbagai daerah di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, mengunjungi Museum HM Soeharto, di dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Tak sekadar berwisata, para siswa ini datang untuk belajar sejarah sekaligus memupuk jiwa nasionalisme.

Sebanyak 920 pelajar terdiri dari siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar dari berbagai daerah, mengunjungi Museum HM Soeharto, pada Rabu-Jumat (23-15/9/2019). Mereka berasal dari TK ABA Krapyak Wetan, Panggungharjo, Sewon, Bantul, SDN 3 Kota Bantul, SDN Wonosari I, Gunung Kidul, dan TK ABA Mlangi, Desa Nogotirto, Gamping, Sleman.

Sementara dari Jawa Tengah, rombongan pengunjung berasal dari SDN Siduren Lor, Salatiga, Jawa Tengah, SDN 1 Ngunut, Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah, dan MI Muhammadiyah Progowati, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.

Para siwa SDN 1, Ngunut, Jumantono,Karanganyar, Jawa Tengah, foto bersama di salah satu dinding falsafah HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Didampingi sejumlah guru, mereka datang untuk belajar tentang sejarah tokoh bangsa, untuk mendapatkan pendidikan karakter yang berwawasan kebangsaan. Juga belajar tentang nasionalisme dan kepemimpinan.

Para pelajar ini mengaku terkesan dengan kerahaman pengelola museum, mulai dari tim keamanan, bagian humas dan edukator.

Di pendopo utama yang nyaman, para pengelola museum memang selalu menjalin komunikasi yang hangat dan memberikan edukasi yang memberi kesan.

Program-program edukasi yang diberikan tidak semata tentang sejarah museum dan HM Soeharto. Namun juga cara Presiden ke-2 RI dalam mengimplementasikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, secara murni dan konsekuen.

Selain itu, juga diajarkan tentang jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan, untuk mencapai tujuan negara yang adil  dan makmur.

Siswa SDN 1, Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Edukasi didukung layar film dan  sound system yang baik, sehingga materi yang disampaikan oleh edukator terasa di jiwa anak-anak bangsa tersebut.

Nonton bareng tanyangan film autobiografi sejarah HM Soeharto, yang merupakan puncak agenda edukasi di pendopo utama museum, menggambarkan sosok anak desa sederhana yang dilahirkan di desa Kemusuk, pernah berjuang mengusir penjajah, mengabdi tanpa pamrih demi masa depan bangsa dan pernah memimpin negeri tercinta Indonesia.

Diharapkan, kisah perjuangan dan pembangunan di masa pemerintahan Presiden Soeharto, menjadi suri teladan bagi para generasi penerus estafet kepemimpinan negara ini. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Siswa SDN 3 Bantul, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Leave A Reply

Your email address will not be published.