Museum HM Soeharto Siap Dibuka Kembali

YOGYAKARTA – Memorial Jenderal Besar HM Soeharto siap dibuka kembali untuk umum, di tengah masih adanya pandemi Covid-19. Simulasi penerapan protokol pencegahan virus baru Corona telah digelar, dan sejumlah stakeholders terkait menilai Museum Presiden Soeharto telah siap beroperasi kembali.

Seiring akan segera diberlakukannya kenormalan baru di provinsi DI Yogyakarta pada akhir Juli 2020, Museum HM Soeharto di dusun Kemusuk segera bersiap. Simulasi penerapan protokol pencegahan Covid-19 dilakukan, melibatkan unsur terkait.

Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DY, meninjau langsung pelaksanaan simulasi tersebut, pada Senin (29/6/2020). Ketua Umum Barhamus DIY, Bambang Widodo, menyatakan Museum HM Soeharto sudah memenuhi persyaratan untuk beroperasi kembali di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Umum Barhamus DIY, Bambang Widodo, usai simulasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Musuem HM Soeharto, Senin (29/6/2020). -Dok: CDN

“Museum ini menjadi yang ke dua di Yogyakarta yang siap dibuka kembali dengan penerapan protokol kesehatan. Dan, akan segera disusul oleh museum-museum yang lain,” kata Bambang Widodo.

Menurut Bambang, ada sekitar 38 museum di Yogyakarta, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta yang dinaungi oleh yayasan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 persennya sangat terdampak oleh adanya pandemi Covid-19.

“Hampir tiga setengah bulan museum dan objek wisata tutup. Sama sekali tidak ada pemasukan, sehingga museum yang mengandalkan pemasukan dari tiket masuk untuk operasional, sangat kesulitan. Hanya ada beberapa museum di Yogyakarta yang tidak menerapkan tiket masuk, karena sumber dana yang kuat dari yayasan,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Museum HM Soeharto, Gatot Nugroho, mengatakan, bahwa simulasi yang digelar merupakan bentuk kesiapan museum untuk beroperasi kembali di tengah masih adanya pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, dalam operasionalnya nanti protokol kesehatan akan diterapkan ketat. Mulai dari cek suhu badan bagi pengunjung sebelum masuk, cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak, serta pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 50 orang per hari.

Petugas dan edukator dalam simulasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Museum HM Soeharto dilengkapi APD, Senin (29/6/2020). -Dok: CDN

“Kita sudah sediakan perlengkapan yang dibutuhkan, seperti thermo gun, tempat cuci tangan, dan petugas wajib mengenakan masker dan pelindung wajah dan baju lengan panjang,” kata Gatot Nugroho.

Lebih jauh Gatot Nugroho menjelaskan, selain pembatasan jumlah pengunjung, pada masa new normal ini Museum HM Soeharto juga sementara tidak bisa menerima kunjungan dari wisatawan luar DIY.

Seperti diketahui, sebelum adanya pandemi Covid-19 Museum HM Soeharto menjadi objek wisata sejarah favorit para pelajar. Mulai dari siswa PAUD hingga perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Tanah Air.

Leave A Reply

Your email address will not be published.