870 Wisatawan Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Pada pekan terakhir November 2019, tercatat 870 wisatawan mengunjungi Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Mereka terdiri dari pelajar usia dini hingga perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat umum.

Sejak pagi, ratusan pengunjung sudah berdatangan di Museum HM Soeharto. Mereka datang berombongan dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan umum, baik pribadi maupun umum, seperti bus wisata, dan tak kalah banyak para pengunjung yang datang bersepeda ontel.

Beberapa pengunjung berasal dari Kabupaten Sleman, antara lain rombongan RA Nurul Huda,  Banyurejo, Tempel, TK ABA Margomulyo III, Sawahan, Seyegan.

Kelompok Senam Happy Mom Kemusuk Lor, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Dari Bantul, rombongan berasal dari TK ABA Marsudi Siwi IV, Gilangharjo, Pandak, TK. Masyithoh IV, Banjarwaru, Gilangharjo, Pandak, TK PKK 29 Pedes, Argomulyo, Sedayu, Kelompok Senam Happy Mom, Kemusuk Lor, Argomulyo, Sedayu.

Dari Kulon Progo, datang rombongan TK PGRI Kepundung, Giripurwa, Girimulyo, TPA Al Magribi, Wates.

Sementara dari perguruan tinggi, berasal dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Pengunjung juga datang dari MGMP Guru Bahasa Jawa SMP Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan masyarakat umun, yakni warga Desa Masahan, Trirenggo, Bantul dan Nabin, Tersan Gede, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Puluhan siswa RA Nurul Huda, Desa Banyurejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta, mengawali acara kunjungan dengan senam di pendopo utama Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Kedatangan mereka diterima oleh kepala museum, Gatot Nugroho, didampingi edukator museum, Maryanti dan Devi. Program pertama dilakukan di pendopo utama, dengan penjelasan tentang museum yang dirancang dan dibangun oleh H. Probosutedjo.

Dibangunnya museum ini  bertujuan agar masyarakat  mengetahui sosok HM Soeharto, anak desa yang lahir di Desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri ini bersama-sama dengan masyarakat. Selanjutnya, pengunjung diajak nonton bareng film sejarah HM Soeharto.

Puluhan siswa TK PKK 29 Pedes, Argomulyo,Sedayu, Bantul, Yogyakarta, tampak antusias mendengarkan penjelasan edukator di pendopo utama Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Program selanjutnya, pengunjung dipersilakan masuk ke ruang diorama museum, yang di dalamnya berisi lorong-lorong perjalanan hidup HM Soeharto.

Setelah itu, mereka kemudian berkeliling di sekitar museum, untuk melihat petilasan tempat lahirnya HM Soeharto, dan berfoto bersama di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut Presiden ke-2 RI, tersebut.

Pengunjung juga melihat dan merasakan sejuknya air sumur peninggalan, Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.