Puluhan Siswa TK dari Sleman dan Bantul Belajar Sejarah

YOGYAKARTA – Puluhan siswa dari dua sekolah berbeda tingkat taman kanak-kanak di kabupaten Sleman dan Bantul, menggelar berbagai kegiatan belajar di Museum HM Soeharto. Mereka diajak mengunjungi museum untuk mengenal sejarah bangsa sejak dini.

Para siswa dan guru pendamping dari TK Harapan Kita, Tirto, Triharjo, Pandak, Bantul dan TK ABA Saren, Sumber Rahayu, Sleman, tiba di museum disambut edukator museum, yang kemudian memandu jalannya acara kunjungan, Selasa (4/2/2020).

Siswa dari TK ABA Saren, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, tampak ceria mengikuti acara di pendopo utama museum, Selasa (4/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Mengawali kegiatan, anak-anak diajak menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ di pendopo utama, untuk menanamkan jiwa nasionalisme. Kemudian edukator menayangkan film hiburan, untuk membuat suasana santai dan menyenangkan bagi anak-anak.

Setelah itu, mereka diajak menyanyikan lagu ‘Guru Tercinta’,  untuk menanamkan rasa cinta anak-anak kepada guru yang telah dengan ikhlas mendidik serta membimbing mereka.

Agenda kemudian dilanjut dengan nonton bareng film sejarah HM Soeharto, sembari diberikan penjelasan langsung sejarah Presiden ke-2 RI, tersebut.

Siswa bersama guru pendamping dari TK ABA Saren, Sumber Rahayu, Moyudan, Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Selasa (4/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Setelah rangkaian acara di pendopo utama selesai, anak-anak dipersilakan memasuki ruang diorama museum, untuk lebih memperdalam pengetahuan mereka tentang Bapak Pembangunan Nasional.

Diorama museum menyajikan sejarah HM Soeharto sejak masa kecil, masa perjuangan, hingga menjadi presiden dan membangun negara ini hingga maju, dengan berbagai prestasi internasional, salah satunya swasembada pangan.

Puluhan siswa dan guru pendamping dari TK Harapan Kita, Triharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Selasa (4/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Keluar dari ruang diorama, anak-anak kemudian berkeliling melihat petilasan tempat lahir HM Soeharto, dan merasakan sejuknya air sumur kenangan yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto.

Pengelola museum berharap dengan berkunjung ke museum, anak-anak mendapatkan inspirasi sekaligus dapat meneladani ketokohan Presiden Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.