Akhir Pekan, 658 Wisatawan Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Mengawali bulan ke dua tahun ini, lebih dari 600 wisatawan dari berbagai daerah tercatat mengunjungi Museum HM Soeharto. Mereka datang dari berbagai kabupaten di DIY, Jawa Tengah dan Jakarta.

Pengelola Museum HM Soeharto, mencatat 658 wisatawan berkunjung pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (1-2/2/2020). Mereka berasal dari berbagai sekolah, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Dari kabupaten Bantul, datang rombongan siswa TPA At-Tsar Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, TPA Baiturrohman, Jambon, Argosari, Sedayu, PAUD dan Lansia Dhuku, Jambidan, Banguntapan, TK Pertiwi 16 Baran, Pundong, SD Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Warga Piring, Sardonoharjo, Pundong, dan Warga Kring II, Watuadeg, Sanden.

Para siswa KB Sehat Ceria Kradenan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, didampingi sejumlah guru dan orang tua siswa, saat mengunjungi Museum HM Soerhato dan menggelar berbagai kegiatan di pendopo utama, Minggu (2/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Dari kabupaten Sleman, antara lain datang rombongan KB Sehat Ceria, Kradenan, Banyuraden, Gamping, Kader Gizi Sardonoharjo, Ngaglik, dan warga Ngangrung Lor, Turi.

Kemudian dari kabupaten Kulon Progo,  datang rombongan warga dari Desa Donomulyo, Nanggulan.

Sementara dari Kota Yogyakarta, datang rombongan Kelompok Wanita Tani Laras Agro, Gedongan, Kotagede, dan dari Jawa Tengah, datang rombongan siswa SMP Negeri 7 Kota Klaten, warga Wonosari, Klaten, dan SD Negeri Pangerrejo, Purworejo, serta rombongan warga dari Pondok Pinang Raya, Jakarta.

Rombongan siswa TPA Baiturrohman, Jambon, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di petilasan tempat kelahiran HM Soeharto di Museum, Minggu (2/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Kepala museum, H Gatot Nugroho, S.Pt., mengatakan, mereka datang untuk mengenal lebih dekat sosok Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, melalui berbagai benda dan catatan sejarah, serta audio visual.

“Selain itu, tempatnya yang luas serta adanya bangunan pendopo, membuat banyak wisatawan dari berbagai kalangan dan usia memilih tempat ini untuk berwisata, sekaligus menggelar berbagai kegiatan,” ungkap Gatot, Minggu (2/2/2020).

Gatot juga menjelaskan, bahwa museum didirikan oleh H Probosutedjo, sebagai tanda bakti serta rasa cinta dan penghormatan sang adik kepada kakak tercinta, yang telah berjasa besar bagi negara ini.

Rombongan Kader Gizi Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Minggu (2/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Sementara dalam setiap acara kunjungan, wisatawan diajak menyaksikan tayangan film autobiografi HM Soeharto, dan mendengarkan penjelasan sejarah Bapak Pembangunan Nasional, itu dari edukator museum di pendopo utama.

Setelah itu, para pengunjung dipersilakan memasuki ruang diorama, yang mengisahkan perjalanan hidup HM Soeharto sejak kecil, hingga menjadi pejuang kemerdekaan dan Presiden ke-2 RI dengan berbagai prestasinya, serta melihat petilasan tempat kelahiran dan sumur peninggalan. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.