Wisatawan Jawa – Bali Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Ribuan pengunjung dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali, mengunjungi Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Mereka terdiri dari pelajar, masyarakat umum, komunitas, instansi pemerintah hingga karyawan swasta.

Tak bisa dipungkiri, ketokohan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto, teramat lekat di benak masyarakat Indonesia. Bahkan, generasi muda milenial yang mungkin saja tak pernah mengalami hidup di zamannya, tergerak untuk mengenalnya lebih dalam dengan mengunjungi Museum HH Soeharto.

Kelompok Lansia Keluarga Sejahtera Tirto Wening, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, foto bersama di Musuem HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Soeharto adalah legenda yang hidup, dan museum sederhana yang didirikan oleh sang adik, H Probsutedjo, di dusun kelahirannya tak pernah sepi pengunjung.

Pada pekan pertama bulan Desember 2019, pengelola bahkan mencatat ribuan pengunjung datang dari Jawa hingga Bali. Mereka terdiri dari berbagai kalangan dan usia.

Dari DI Yogyakarta, pengunjung datang dari Kabupaten Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. Mereka antara lain adalah kelompok Lansia Melati dan Lansia Tirto Wening Kecamatan Berbah, Persatuan Pit Onthel Pasekan, Bale Catur, Gamping, Warga Burikan, Sumberadi, Mlati, Warga Merdikorejo, Tempel, dan SMA Negeri 1 Godean, Sleman

Dari Kabupaten Bantul, pengunjung datang dari sjumlah desa, yakni Desa Triwidadi, Pajangan, Segoroyoso, Pleret, Ceme, Srigading, Sanden, Argomulyo, Sedayu, dan rombongan PT. Wardani Dian Mandiri, Sedayu. Juga para pelajar PAUD Pelangi, Sundi Kidul, Argorejo, SMP Negeri 1 Sewon, dan Universitas PGRI.

Rombongan PWRI Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, foto bersama di pendopo utama Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Dari Kota Yogyakarta, pengunjung berasal Kelompok Senam Wina Wira Kota Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta.

Sementara dari Jawa Tengah, pengunjung berasal dari Desa Brengkel I, Salam, Desa Mersayu, Muntilan, Magelang, Desa Banyuanyar, Banjarsari, Surakaerta, Desa Mulyosari, Penggung, Boyolali, dan Desa Rejosari, Tawangsari, Sukoharjo.

Dari Jawa Timur, datang rombongan dari Pacitan. Sedangkan dari Jawa Barat, pengunjung merupakan pegawai Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kabupaten Sumedang, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Garut, dan dari Pulau Bali adalah pelajar SMA Kristen Global  Tourism Anugrah Denpasar.

Rombongan dari berbagai daerah tersebut diterima oleh kepala museum dan dipandu oleh edukator, Maryanti dan Devi. Para pelajar, masyarakat dan instansi mengikuti program-program edukasi museum dengan beberapa tayangan slide foto yang berisi peristiwa penting berkaitan dengan perjuangan, pengabdian, kepemimpinan HM Soeharto hingga masa tua beliau, dan prosesi pemakamannya.

Jemaah pengajian Ibu-ibu Mersayu, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, saat berada di pendopo utama Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Menerima penjelasan tentang sejarah Pak Harto dan tentang museum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto. Nonton bareng tayangan film autobiografi sejarah HM Soeharto, dilanjut masuk ke ruang diorama museum.

Kemudian mereka berkeliling museum, meninjau petilasan rumah kelahiran HM Soeharto, serta melihat dan merasakan sejuknya air peninggala, sumur kenangan, yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto.

Pengeloa museum senantiasa bersyukur, atas besarnya animo masyarakat untuk berkunjung ke Museum HM Soeharto. Selain menjadi bukti kepemimpinan Presiden Soeharto yang masih melekat di ingatan kolektif bangsa ini, banyaknya pengunjung dari berbagai kalangan dan usia menunjukkan Museum HM Soeharto sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang representatif. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.