Ratusan Mantan Prajurit Kopassus Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Dua ratus ribu lebih mantan prajurit TNI AD (purnawirawan) korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartosuro, mengunjungi Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Mereka datang untuk mengenang sang pemimpin, Jenderal Besar HM Soeharto. 

Menggunakan lima bus wisata dan sejumlah kendaraan pribadi, sebanyak 235 anggota Paguyuban Purnawirawan Korps ‘Baret Merah’ Surakarta (Solo Raya), datang mengunjungi Museum HM Soeharto, pada Sabtu (7/12/2019).

Rombongan mantan prajurit elit TNI AD angkatan 1970 ini dipimpin oleh Letkol (Purn) Boma Panji. Dalam kunjungannya, Boma Panji banyak menceritakan kisahnya semasa bertugas menjaga keamanan negara, masa bertugas di Dalem Kalitan, yakni rumah keluarga HM Soeharto di Surakarta, masa menjaga makam keluarga Astana Giri Bangun dan rumah tempat lahir Ibu Negara Siti Hartinah, Tien Soeharto, di Jaten, Matesih, Karanganyar.

Keluarga Besar Paguyuban Purnawirawan Korps ‘Baret Merah’ Kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro, foto bersama di Musuem HM Soeharto, Sabtu (7/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Meski tak lagi muda, para purnawirawan TNI AD ‘Baret Merah’ ini tampak masih bugar, penuh semangat dan kuat. Beberapa di antara mereka, bahkan antusias mengisahkan pengalamannya saat bertugas mengemban perintah Jenderal Besar HM Soeharto.

Dengan mimik wajah-wajah tegas, mereka mengisahkan kepemimpinan Presiden Soeharto dalam membangun bangsa dan negara. Sejak masih menjadi negara miskin, hingga menjadi negara berkembang dan siap tinggal landas, dalam situasi dan kondisi bangsa yang adhem ayem, aman dan nyaman serta adil-makmur berdasarkan Pancasila.

Letkol. Purn. Boma Panji, Karsidin dan sejumlah sesepuh korps ‘Baret Merah’ Kopassus Solo Raya foto bersama kepala museum, H Gatot Nugroho, di pendopo utama Museum HM Soeharto, Sabtu (7/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Sementara itu kepala museum, H Gatot Nugroho, mewakili putra-putri Presiden Soeharto dan keluarga besar H Probosutedjo, menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bangga kepada para mantan prajurit elit tersebut, atas pengabdiannya selama mengemban tugas dan kunjungannya ke museum.

Gatot Nugroho pun menjelaskan tentang sejarah HM Soeharto, dengan pemutaran slide foto yang diiringi alunan lagu ‘Gugur Bunga’. Lagu perjuangan itu membuat suasana di pendopo utama museum terasa lebih sakral.

Kepala museum juga memberikan penjelasan tentang sejarah pendirian museum dan menyajikan film sejarah autobiografi Bapak Pembangunan Nasional.

Para istri purnawirawan Korps ‘Baret Merah’ Kopassus, Kandang Menjangan, Kartosuro, saat mendengarkan penjelasan tentang museum dan sejarah perjalanan hidup Presiden ke-2 Republik Indonesia, di pendopo utama Museum HM Soeharto, Sabtu (7/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Kemudian setelah rangkaian acara di pendopo utama selesai, rombongan purnawirawan prajurit elit TNI AD ini dipersilakan memasuki ruang diorama dan berkelilng ke kompleks museum. Selain berfoto bersama, mereka juga melihat petilasan tempat lahirnya HM Soeharto dan sumur kenangan, peninggalan masa kecil Presiden ke-2 RI, tersebut. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.