Masyarakat, Pelajar dan Komunitas Kunjungi Museum HM Soeharto
YOGYAKARTA – Ketokohan Presiden Soeharto, tak bisa dipungkiri telah menjadi kenangan di benak masyarakat luas. Terus membanjirnya pengunjung di Museum HM Soeharto, sekiranya menjadi salah satu buktinya.
Pada pertengahan September 2019, jumlah kunjungan Museum HM Soeharto bahkan mencapai lebih dari 1.000 orang. Terdiri dari masyarakat umum, komunitas dan paguyuban, serta pelajar usia dini, kanak-kanak hingga pelajar menengah dari berbagai wilayah di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sejak pagi, Minggu (15/19/2019), serombongan pengunjung sudah berdatangan. Mereka datang ada yang bersepeda, naik bus dan kereta mini. Juga kendaraan pribadi.
Pengunjung dari masyarakat umum, antara lain rombongan dari Dusun Barongan, Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Trah Keluarga Irodiryo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, warga Bantul Karang, Ringinharjo, Warga Karang Tengah dan Kebon Agung di Kecamatan Imogiri, Bantul, serta warga dari Desa Pojokan, Kecamatan Sleman.
Sementara dari organisasi kemasyarakatan dan komunitas, datang kelompok PKK RT 4 Kutowinangun, Kwarisan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, PKK RT 01 Desa Kebon Agung, Imogiri , Bantul, Alumni Bimbingan Haji Aisyiyah, Godekan, Taman Tirto, Kasihan, Bantul, dan Kelompok Jemaah Umroh Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Juga Paguyuban Tali Manunggal, Godean, Sleman.
Dari pelajar, antara lain anak-anak siswa didik TPA Bokoharjo, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Rombongan pengunjung dari berbagai daerah, disambut kepala museum, Gatot Nugroho, yang didampingi dua edukator museum, Maryanti dan Devi.
Rombongan dipersilakan masuk ke pendopo utama museum, dan mendapatkan penjelasan tentang museum yang dibangun oleh adik Presien Soeharto, yakni H. Probosutedjo.
Kepada para pengunjung, Gatot Nugroho menyampaikan, bahwa dibangunnya museum ini bertujuan agar masyarakat mengetahui, bahwa Pak Harto adalah sosok anak desa yang lahir di Desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri bersama-sama masyarakat.
Selanjutnya, para pengunjung diajak nonton bareng film sejarah Pak Harto. Kemudian, pengunjung dipersilakan masuk ke ruang diorama museum, yang di dalamnya berisi lorong-lorong perjalanan hidup HM Soeharto.
Setelah dari diorama, pengunjung kemudian berkeliling ke sekitar museum, untuk melihat petilasan tempat dilahirlkannya Pak Harto. Juga berfoto-foto di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut Pak Harto.
Pengunjung juga melihat dan merasakan sejuknya air peninggalan di sumur kenangan yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro, kakek Pak Harto. (Pewarta: Gatot Nugroho)