Museum HM Soeharto Dikunjungi PWRI Bambanglipuro Bantul

Minggu, 14 Juli 2019, sejak pagi museum sudah dipenuhi oleh beberapa wisatawan dari beberapa daerah, baik itu rombongan sepeda sehat, rombongan keluarga maupun masyarakat dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari kabupaten dan kota di wilayah DIY. Tapi banyak juga yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten hingga luar jawa.

Salah satu rombongan yang sangat terkesan akan pengabdian, perjuangan dan kepemimpinan Bapak HM Soeharto adalah PWRI Kecamatan Bambanglipura Kabupaten Bantul. Rombongan yang dipimpin oleh bapak Suparman mengunjungi museum HM Soeharto untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah perjalanan Bapak Pembangunan Nasional, Bapak Bangsa, HM. SOEHARTO.

Para bapak ibu sesepuh dari PWRI Bambanglipura ini diterima oleh kepala museum HM. Soeharto, bapak Gatot Nugroho. Selanjutnya dijelaskan tentang sejarah berdirinya museum dengan filosofi jawa “Mikul Duwur, mendhem Jero”. Filosofi kepemimpinan “Sabar atine, Sareh tumindake dan Sholeh pikolehe”, yang bermakna seorang pemimpin harus punya hati yang sabar, jiwa bijaksana dan selalu dekat kepada Allah SWT yang menjadi pedoman Pak Harto dalam memimpin negeri ini.

Kemudian rombongan diajak mengenang kembali masa-masa ketika bapak-ibu anggota PWRI ini masih aktif menjadi abdi negara dengan sosok kepemimpinan Bapak HM. Soeharto, di mana ketika itu pembangunan lebih banyak mengedepankan di bidang pendidikan dengan dibangun ratusan ribu SD Inpres, pembangunan kesehatan dan keluarga berencana. Pembangunan di bidang pertanian yang selalu berpihak kepada kesejahteraan petani dan peternak. Prestasi yang sampai sekarang masih menjadi kenangan dan kebanggaan adalah tercapainya Swasembada Pangan di tahun 1985.

Selanjutnya pak Gatot Nugroho menjelaskan mengenai museum dan juga sejarah bapak HM. Soeharto yang dulunya hanya sosok anak desa, putra dari pak Kerto Sudiro seorang petani dan Ibu Soekirah yang hanya ibu rumah tangga biasa.

Program berikutnya adalah pemutaran film autobiografi sejarah perjalanan bapak HM. Soeharto. Selanjutnya, rombongan bapak-ibu PWRI ini dipersilahkan masuk ke ruang diorama yang didalamnya berisi lorong-lorong waktu sejarah perjalanan hidup Pak Harto dan merupakan penjelasan lebih lanjut dari film yang dilihat sebelumnya.

Kemudian rombongan berkeliling di sekitar museum untuk melihat petilasan atau tempat lahirnya pak Harto serta dapat merasakan sejuknya air peninggalan di sumur kenangan yang dibangun oleh kakeknya Bapak HM. Soeharto.

Terima kasih kami ucapkan kepada Rombongan PWRI, Bambanglipuro, Bantul. Semoga apa yang telah diberikan oleh Pak Harto untuk bangsa dan negeri ini bisa selalu menjadi suri tauladan bagi generasi penerus bangsa dan bermanfaat bagi semua pengunjung museum.

Leave A Reply

Your email address will not be published.