Minggu 28 Juli, Ratusan wisatawan Kujungi Museum Soeharto

Pada hari libur Minggu, 28 Juli 2019, Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah, baik dari DIY maupun luar Yogyakarta. Dari data museum jumlah pengunjung mencapai hingga 680 orang.

Yang datang ke museum terdiri dari rombongan keluarga dengan jumlah lima hingga 10 orang hingga rombongan, baik itu pengajian ibu-ibu, warga kampung, desa, trah keluarga dan instansi. Beberapa dari rombongan yang berkunjung antara lain, Pengajian Iman Nur, Karanganyar, Wedo Martani, Ngemplak, Sleman. Warga RT. 2 Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Trah Parmi Sujali, Perum. GKP Sedayu, Kabupaten Bantul. PKK Dusun metuk, Donotirto, Bantul. Warga Pandes, panggung harjo, Sewon, Kabupaten Bantul. Warga Gedong Kuning, Kota Yogyakarta. SSB Taman Wisata Candi Prambanan, Sleman. Warga Ngabean Wetan, Ngaglik, Sleman dan Warga Banjar asri, Kalibawang, Kulon Progo.

Rombongan dari berbagai daerah ini dipandu oleh Kepala Museum bapak Gatot Nugroho dan edukator ibu Deviana dan ibu Mariyanti serta dibantu oleh Ambar, Anifa dan Selvia, siswi dari SMK Negeri 1 Sewon, Kabupaten Bantul yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Museum HM Soeharto.

Program pertama dilakukan di pendopo utama museum untuk mendapat penjelasan tentang museum. Museum HM.Soeharto dibangun oleh adik Pak Harto, yaitu H. Probosutedjo dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa Pak Harto adalah sosok anak desa yang lahir di desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdidan membangun negeri ini bersama-sama dengan masyarakat. Selanjutnya rombongan dari berbagai masyarakat diajak nonton bareng film sejarah Pak Harto yang diputar di Pendopo utama Museum.

Program selanjutnya pengunjung dipersilahkan masuk ke dalam diorama museum yang di dalamnya berisi lorong-lorong perjalanan hidup Bapak HM Soeharto. Setelah dari diorama mereka kemudian berkeliling di sekitar museum untuk melihat petilasan tempat dilahirkannya Pak Harto. Serta dapat berfoto-foto di teras rumah eyang buyutnya Pak Harto. Pengunjung juga dapat melihat dan merasakan sejuknya air peninggalan di sumur kenangan yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro kakeknya Pak Harto.

Kami atas nama keluarga besar Museum HM Soeharto mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pengunjung yang hadir pada hari Minggu ini. Semoga bermanfaat dan penuh barokah.

Warga Rt.2 Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman.
Club Sepeda Kitah, Kota Yogyakarta.
PKK Dusun Metuk, Donotirto, Kretek, Kabupaten Bantul.

Leave A Reply

Your email address will not be published.