Rabu Awal April Museum HM Soeharto Dikunjungi 580 wisatawan

Hari Rabu awal bulan April 2019 Museum HM Soeharto di kunjungi sebanyak 580 wisatawan. Para pengunjung tersebut terdiri dari rombongan anak-anak Taman Kanak, murid-murid Sekolah Dasar, rombongan dari Pondok Pesantren, masyarakat umum, hingga rombongan kelompok keluarga. Sampai saat ini museum HM Soeharto selalu menjadi bagian dari destinasi wisata sejarah tokoh pejuang, pemimpin rakyat Indonesia.

Para pengunjung berwisata di museum HM soeharto dengan tujuan untuk belajar mengenang dan mengenal lebih dekat sosok Jenderal Besar HM Soeharto. Pak Harto adalah anak bangsa yang lahir di desa Kemusuk pada tanggal 8 Juni 1921. Soeharto muda pernah berjuang bersama masyarakat melawan penjajah Belanda.

Dalam perjalanan hidup dan karir bapak HM Soeharto ada beberapa prestasi yang pernah ditorehkan almarhum kepada nusa dan bangsa. Pada 1949 Letnan Kolonel Soeharto ditugaskan oleh Panglima Besar Sudirman untuk memimpin perang gerilya dalam rangka suksesi besar Serangan Umum 1 Maret 1949. Keberhasilan strategi Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadikan indonesia diakui oleh dunia internasional atau dari yogyakarta Indonesia berdaulat..

Kemudian pada 1962, Mayor Jenderal Soeharto sukses melaksanakan tugas sebagai Panglima Komando Mandala untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Tahun 1965 dengan adanya tragedi berdarah nasional, adanya pemberontakan G 30 S/ PKI, Letnan Jenderal Soeharto bersama dengan Angkatan Darat dan masyarakat melaksanakan penumpasan dan pembubaran partai komunis tersebut.

Sejak 1968 Bapak HM Soeharto memimpin bangsa ini menjadi Presiden Republik Indonesia menggantikan Ir. Sukarno. Sejarah panjang dalam kepemimpinan pak Harto untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila bisa terwujud dengan kondisi negara yang maju dalam pembangunannya.

Pada hari Rabu ini rombongan yang berkunjung di museum HM Soeharto antara lain: KB Mutiara Ibu, Banteng, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Pondok Pesantren Khoirul ummah, Menulis, Sumber Sari, Moyudan, Sleman. SD Muhammadiyah Trisigan, Murtigading, Sanden, Bantul dan rombongan masyarakat dari wilayah Sleman, Bantul, Kulon Progo, Temanggung, Sragen, Kabupaten Magelang dan Kota Semarang.

SD Muhammadiyah Sidomulyo, Godean, Sleman
Warga Jasem, Sidoharjo, Kabupaten Sragen.
SD Muhammadiyah Trisigen, Murtigading, Sanden, Kabupaten Bantul.

Leave A Reply

Your email address will not be published.