Bersama Pasukan Putih Abu-abu, Indonesia Raya Menggema di Museum HM Soeharto

Senin pagi, 25 Februari 2019, sebanyak 240 pelajar SMA Negeri 1 Wates didampingi bapak-ibu guru melaksanakannya kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Sekolah yang beralamat di Jalan Terbahsari No 1 Wates merupakan salah satu sekolah menengah atas favorit di Kabupaten Kulon Progo dan dipimpin oleh Bapak Drs. Mokh Komarul Adnan M.Pd.

Pada pukul 08.00 WIB, rombongan sudah berada di museum HM Soeharto. Dengan mengenakan seragam putih abu-abu, tertib dan rapi mereka memasuki halaman museum. Kegiatan diawali dengan photo bersama di teras pendopo utama museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto.

Suasana pendopo utama museum pada hari ini betul-betul dipenuhi oleh pelajar dari daerah yang dikenal dengan semboyan bela beli Kulon Progo Negeri 1 Wates.

“Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku… di sanalah aku berdiri jadi pandu ibu ku…” Bait-bait lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan penuh hikmat oleh siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Wates ini.

Dipandu oleh Mbak Devi, edukator dari Dinas Kebudayaan DIY anak-anak mendapat penjelasan tentang museum, tentang sejarah perjalanan hidup bapak HM. Soeharto dan dilanjutkan dengan pemutaran film sejarah autobiografi pak Harto.
Kemudian mereka berkunjung ke diorama museum masuk dan mengelilingi lorong-lorong waktu sejarah pak Harto. Diorama dibagi beberapa selasar atau ruang selasar A tentang gambaran umum, Selasar B menceritakan Sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 dan tercapainya kedaulatan bangsa yang di akui oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.

Selasar C bercerita tentang Operasi Trikora atau pembebasan Irian Barat, Selasar D Tentang Pemberontakan Gerakan 30 September PKI dan Tentang Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965. Selasar E adalah masa-masa kepemimpinan Bapak HM. Soeharto, masa Orde Baru dengan program Repelita /Rencana Pembangunan Lima Tahunan dengan pedoman pembangunan yang di kenal sebutan Garis-garis Besar Haluan Negara.

Di akhir diorama menceritakan masa reformasi, mundurnya pak Harto dari jabatan presiden hingga wafatnya beliau pada tanggal 27 Januari 2008.

Kemudian rombongan siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Wates ini meninjau petilasan tempat lahirnya Bapak Pembangunan Indonesia. Sosok anak seorang petani yang sederhana, punya bapak bernama Pak Panjang/Kerto Sudiro dan ibu bernama Sukirah, seorang ibu rumah tangga biasa bisa menjadikan anaknya pemimpin bangsa, bersama-sama rakyat membangun negeri Indonesia.

Mudah-mudahan perjuangan, pengabdian dan suri tauladan Pak Harto bisa memberikan inspirasi bagi generasi penerus bangsa dari Kabupaten Kulon Progo ini.

SMA Negeri 1 Wates
SMA Negeri 1 Wates
SMA Negeri 1 Wates
SMA Negeri 1 Wates

Leave A Reply

Your email address will not be published.