Siswa dari Jateng Dominasi Kunjungan Museum di Awal Desember
YOGYAKARTA – Pada minggu ke dua Desember 2019, Senin hingga Jumat, (9-13/12/2019), Museum HM Soeharto dipadati siswa-siswi KB, TK dan SD dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah. Juga masyarakat umum, yang sengaja datang untuk berwisata sambil belajar sejarah bangsa.
Sekitar 680 anak-anak KB, TK dan siswa-siswi SD berkunjung ke Museum HM Soeharto, untuk belajar sejarah bangsa. Mereka antara lain datang dari empat kabupaten di Jawa Tengah, yakni Klaten, Magelang, Wonosobo dan Temanggung.
Rombongan dari Jawa Tengah, antara lain berasal dari TK Pertiwi Tambakan, Jogonalan, Klaten, SD Negeri 2 Teges Wetan, Kepil, Wonosobo, SD Negeri Somokaton 2 Canggalan dan TK Pertiwi Somokaton 2 Ngluwar, Magelang, KB Kaliangkrik, Magelang, dan SD Negeri 2 Bengkal, Temanggung.
Sementara dari DI Yogyakarta, datang rombongan TK PWS Surokarsan, Kota Yogyakarta, TK ABA Sendang Adi, Mulungan Kulon, Minggir, Sleman, SD Terban, Bambanglipura, Bantul, dan KB Tunas Harapan, Bumirejo, Lendah, Kulon Progo.
Anak-anak bangsa dari berbagai daerah tersebut didampingi oleh sejumlah guru, tampak sangat menikmati suasana museum. Mereka terkesan akan keramahtamahan pengelola, mulai dari tim keamanan, humas dan edukator.
Perpaduan suasana museum yang sejuk dengan pendopo utama yang nyaman, makin membuat suasana menyenangkan dengan keakraban para pengelola museum yang selalu menjalin komunikasi, hingga edukasi tanpa kesan menggurui.
Program-program edukasi yang diberikan tidak semata tentang sejarah museum dan HM Soeharto, tetapi implementasi Presiden ke-2 RI, tersebut terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Edukasi didukung layar film, sound system yang baik, sehingga yang disampaikan edukator terasa di jiwa anak-anak bangsa tersebut.
Jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan yang harus dimiliki masyarakat Indonesia, untuk mencapai tujuan negara yang adil dan makmur, diajarkan kepada generasi milenial tersebut.
Sementara nonton bareng film autobiografi sejarah HM Soeharto yang merupakan puncak agenda edukasi di pendopo utama museum, bisa menggambarkan sosok anak desa sederhana yang dilahirkan di Desa Kemusuk, pernah berjuang mengusir penjajah, mengabdi tanpa pamrih demi masa depan bangsa, dan pernah memimpin negeri tercinta Indonesia.
Pengelola museum mengatakan, cerita sejarah yang demikian bisa menggugah hati dan jiwa generasi penerus bangsa. Suri teladan seorang nasionalis sejati seperti HM Soeharto, nantinya akan menggerakkan semangat para pemuda dambaan negara, yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa dan negara di masa berikutnya. (Pewarta: Gatot Nugroho)