Minggu Terakhir liburan, Museum HM Soeharto Dipadati Pengunjung Sejak Pagi

Selasa pagi, beberapa kelompok masyarakat berkunjung di museum HM Soeharto. Pada 25 Juni 2019 ini dari pagi museum sudah kedatangan tamu warga Pundong I Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kemudian hadir rombongan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Pada pukul 10.00 wib datang rombongan dari Ikatan Guru Taman Kanak kanak Indonesia (IGTKI) Gugus Dahlia, Kota Magelang. Rombongan Yayasan Slukat Learning Centre Gianyar, Bali.

Siangnya Warga Karang Rt. 4 Tirtoharģo, Kecamatan Kretek; Warga Tinggen, Sri Gading, Kabupaten Bantul dan Warga Kemusu, Banyurejo, Kecamatan Tempel, Slemam. Rombongan wisatawan ini dipandu oleh Edukator museum Ibu Maryanti dan Mbak Devi.
Program awal adalah adanya penjelasan tentang museum yang dibangun oleh adik Pak Harto, yaitu H. Probosutedjo dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa Pak Harto adalah anak desa yang lahir di Desa Kemusuk. Pak Harto mengabdi dengan ikhlas untuk bangsa ini. Soeharto pernah berjuang membela dan mempertahankan kemerdekaan, Pernah bersama-sama rakyat membangun negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya dijelaskan tentang sejarah singkat bapak pembangunan nasional ini dengan melihat slide video yang diiringi lagu Gugur Bangsa. Kemudian para pengunjung disajikan dengan nonton bareng film sejarah autobiografi pak Harto yang diputar di pendopo utama museum.

Setelah itu para pengunjung atau wisatawan dipersilahkan masuk kedalam diorama museum yang menjelaskan lebih lanjut film yang baru saja mereka tonton bareng. Berkeliling di diorama menyelusuri lorong-lorong waktu perjalanan sejarah Pak Harto merupakan petualangan dan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan. Setelah dari diorama mereka kemudian berkeliling di sekitar museum dan mengunjungi petilasan atau tempat lahirnya pak Harto. Melihat sumur kenangan adalah bagian penting bagi pengunjung untuk membayangkan bagaimana sederhana sosok anak desa, anak bangsa yang lahir di Kemusuk ini, sosok putra dari Bapak Kerto Sudiro alias Pak Panjang, seorang petani dan ibunya bernama Sukirah, seorang ibu rumah tangga yang sederhana dan di kemudian hari menjadi pemimpin bangsa, menjadi Presiden Republik Indonesia kedua.

Terima kasih kami sampaikan kepada semua pengunjung yang hadir pada hari Selasa ini. Semoga bermanfaat dan barokah.

IGTKI Gugus Dahlia, Kota Magelang. Jawa Tengah.
Warga Pundong I. Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman

Leave A Reply

Your email address will not be published.