Museum HM Soeharto Jadi Bagian Tradisi Pembaretan Yonif 403 Wirasada Prasista

Batalyon Infantri 403 Wirasada Prasista, bagian dari Komando Resor Militer 072/Pamungkas Yogyakarta setiap tahun mengadakan tradisi Pembaretan bagi Perwira, Bintara dan Tamtama baru.

Pada Jum’at, 8 Maret 2019, kegiatan napak tilas perjuangan dengan persenjataan lengkap di mulai dari Goa Selarong wilayah Kecamatan Pajangan. Dengan berjalan kaki mereka menuju Bibis wilayah kecamatan Kasihan atau markas komando strategi penyusunan serangan umum 1 Maret 1949 di Kecamatan Pajangan dan dilanjutkan menuju museum Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto.

Di museum rombongan peserta Pembaretan tiba pada sore hari menjelang magrib. Walaupun jarak yang ditempuh sekitar 17 km, akan tetapi tetap semangat mengikutinya.

Korsa Wirasada Prasista adalah jiwa dan semangat seluruh anggota Batalyon Infantri 403. Semangat kebersamaan, jiwa prajurit yang selalu siap untuk menjaga kedaulatan bangsa, siap ditugaskan dimana saja demi negara.

Rombongan pasukan yang dipimpin oleh Mayor Inf. Hermawan, Wakil Komandan Yonif 403/ Wirasada Pratista saat tiba di halaman museum beristirahat sejenak, makan malam dan sholat maghrib berjamaah. Dilanjutkan mengikuti rangkaian program edukasi tentang sosok Jenderal Besar HM Soeharto yang diberikan oleh Kepala Museum Bapak H. Gatot Nugroho S.Pt.

Cerita sejarah perjuangan, pengabdian dan kepemimpinan bapak bangsa HM Soeharto menjadi bagian penting dalam memotivasi peserta tradisi Pembaretan ini. Penayangan film sejarah autobiografi pak Harto diikuti oleh seluruh peserta dengan seksama. Selesai nonton bareng, rombongan berkeliling di diorama dan petilasan.

Setelah agenda di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto selesai, peserta melanjutkan perjalanan menuju Batalyon II Yonif 403 Demak Ijo-Monumen Diponegoro di daerah Tegalrejo-Benteng Vredeburg dan menuju ke Yonif 403/ Wirasada Prasista di Kentungan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.