Patung Jenderal Besar HM Soeharto, Salah Satu Favorit Pengunjung

Pada Sabtu, 9 Maret 2019, Museum HM Soeharto dikunjungi sebanyak 420 wisatawan. Pengunjung bahkan sudah ada sejak pagi hari, mulai dari rombongan sepeda sehat dari wilayah kota yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman maupun Kulon Progo.

Salah satu yang menarik adalah, setiap pengunjung selalu menyempatkan untuk berphoto bersama atau berswafoto dengan latar belakang patung Jenderal Besar HM Soeharto.

Seperti halnya rombongan anak sekolah dari Brongkol, Sidomulyo, Sleman. SD Negeri Jogomulyo, Tempuran, Magelang; SD Negeri Geger, Tegalrejo, Magelang. SMP Muhammadiyah Banguntapan, Bantul dan beberapa pengunjung keluarga dari beberapa wilayah seperti Klaten, Jakarta, Banten, Bandung dan wilayah Karanganyar.

Sorenya museum dikunjungi oleh Pengajian Al-istiqomah, Desa Dawung, Kecamatan Matesih Karang Anyar. Rombongan pengajian ini sangat familiar dengan keluarga Ibu Siti Hartinah Tien Soeharto. Matesih adalah kecamatan tempat dimakamkannya bapak HM Soeharto dan ibu Siti Hartinah.

Rasa rindu yang mendalam terobati dengan berkunjung ke Tempat kelahiran pak Harto. Penjelasan tentang masa kecil, masa perjuangan, masa kepemimpinan yang dilanjutkan pemutaran film sejarah perjalanan hidup pak Harto menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi rombongan jamaah pengajian Dawung, Kecamatan Matesih, Karang Anyar.

Selain itu, museum juga dikunjungi rombongan siswa-siswi dari SD Negeri Karang Asem, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Mereka sebelum pulang ke Kulon Progo selepas berkeliling menyempatkan berkunjung di museum HM Soeharto. Para ibu guru ingin mengenal sosok bapak bangsa, bapak pembangunan nasional yang dilahirkan di desa Kemusuk.

Harapan para ibu guru adalah agar anak-anak didik mereka bisa mengenal lebih dekat sosok Presiden kedua Republik Indonesia, bapak HM Soeharto.

SD Negeri Karang Asem, Pengasih. Kulon Progo
Pengajian Al-istiqomah, Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Karang Anyar

Leave A Reply

Your email address will not be published.