Pak Harto Bangun 999 Masjid Pancasila di Seluruh Wilayah Indonesia

Di antara kunjungan dari beberapa pelajar dan warga masyarakat, Sabtu, 30 Maret 2019 museum kedatangan tamu sekelompok mahasiswa fakultas Hukum Islam UII Yogyakarta. Rombongan kaum intelektual muda dari Universitas Islam Indonesia ini ingin tahu lebih banyak apa yang telah dilakukan oleh Pak Harto untuk Indonesia.

Sesuai dengan program study yang mereka pelajari, para mahasiswa ini cukup penasaran dengan slogan “Piye Kabare.. Penak Kananku tho..” yang ada di masyarakat selama pasca Reformasi ini. Kalimat sederhana yang awalnya biasa menjadi luar biasa setelah viral di berbagai media.

Rombongan mendapat penjelasan tentang museum dan sejarah perjalanan hidup pak Harto dari edukator museum. Mereka akhirnya tahu bagaimana sistem pemeritahan pada masa Orde Baru dengan program pembangunan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan Repelita dan Garis-garis Besar Haluan Negara/GBHN.

Para mahasiswa ini akhirnya memahami bagaimana pak Harto bersama rakyat dan mahasiswa pada era tahun 1965 hingga tahun 1968 berjuang melawan, memberantas berdirinya idiologi komunis di bumi pertiwi ini. Mareka bisa melihat bahwa Bapak HM Soeharto punya cita-cita yang luhur di dalam mendukung sepenuhnya tumbuh dan berkembangnya agama islam di Indonesia.

Pak Harto membangun 999 masjid Pancasila yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Nama Pancasila untuk semua masjid yang dibangun punya makna bahwa Islam adalah agama mayoritas di bumi pertiwi ini harus bisa berdampingan dengan umat lainnya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan roh dari Pancasila.

Diskusi panjang terjadi selama mahasiswa dari UII ini mengikuti program edukasi di museum HM soeharto. Diskusi tentang kebijakan politik, manajemen pembangunan, sistem pertahanan rakyat semesta hingga tentang reformasi dan kondisi indonesia pasca Reformasi.

Jangan Lupakan Sejarah, selalu dikenanglah jasa-jasa para pemimpin bangsa, jasa para pahlawan sebagai kusuma bangsa. Agar kelak generasi penerus bangsa bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Mahasiswa jurusan hukum Islam UII, Yogyakarta

Leave A Reply

Your email address will not be published.