‘Saba Desa’ TVRI Yogya di Museum HM Soeharto Tayang Sabtu Besok

YOGYAKARTA – Museum HM Soeharto menjadi salah satu lokasi shooting program televisi ‘Saba Desa’ yang rutin disiarkan oleh televisi nasional milik pemerintah, TVRI Stasiun Yogyakarta. Program ini merupakan upaya publikasi seni dan budaya daerah Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, yang akan ditayangkan pada Sabtu (22/2/2020), pukul 09.30 WIB di TVRI Stasiun Yogyakarta.

Kepala Museum HM Soeharto, H. Gatot Nugroho, S.Pt., yang juga Ketua Forum Komunikasi Museum Bantul (FKMB), menjelaskan, shooting program ‘Saba Desa’ dilakukan di museum karena mengangkat tema permuseuman.

Suasana edukasi tentang wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada pelajar SMK Negeri 1 Sedayu dan SMP Kesatuan Bangsa Boarding School, Bantul, dalam shooting program ‘Saba Desa’ TVRI Stasiun Yogyakarta di Museum HM Soeharto, Rabu (12/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

“Pengambilan gambar dilakukan pagi hari, dimulai dengan pengambilan gambar suasana edukasi kepada rombongan pelajar dari SMK Negeri 1 Sedayu dan SMP Kesatuan Bangsa Boarding School Sedayu, Bantul,” kata Gatot Nugroho, sembari menambahkan jika shooting tersebut berlangsung pada Rabu (12/2/2020).

Gatot menjelaskan, bahwa edukasi tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kepemimpinan di Museum HM Soeharto selalu diberikan kepada setiap pengunjung, utamanya kepada para siswa yang sengaja datang untuk mengadakan outing class.

Shooting kemudian dilanjut dengan wawancara bersama Ketua FKMB tentang sejarah terbentuknya FKMB, dan peran museum dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan pelajar Indonesia.

Pembawa acara ‘Saba Desa’ TVRI Stasiun Yogyakarta, Mas Angger, Ambasador Duta Museum HM Soeharto, Kurnia Sari, dan Edukator Museum HM Soeharto, Maryanti, foto bersama di Museum HM Soeharto, Rabu (12/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

“Juga peran museum dalam mewujudkan partisipasi aktif menjaga, melestarikan seni, budaya, sejarah bangsa dan peran museum dalam memberikan kontribusi kunjungan wisatawan di kabupaten Bantul,” jelas Gatot.

Dalam shooting itu juga dilakukan pengambilan gambar ketika FKMB mengadakan pertemuan rutin setiap bulan bersama Dinas Kebudayaan Bantul, dalam upaya menjalin sinergi dan hubungan harmonis, serta  koordinasi dalam monitoring dan evaluasi perkembangan dan program museum-museum di wilayah Kabupaten Bantul.

Acara ‘Saba Desa’ merupakan program rutin TVRI Stasiun Yogyakarta, dalam kemasan santai dan guyonan (lawakan), dengan pembawa acara Mas Angger dan Mas Pur.

Menurut Gatot, pada siang harinya shooting dilanjut dengan pengambilan gambar dan wawancara di Museum Taman Tino Sidin, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, dengan narasumber Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono.

Tim Dinas Kebudayaan Bantul dan Forum Komunikasi Museum Bantul saat persiapan shooting bareng program ‘Saba Desa’ TVRI Stasiun Yogyakarta di Museum HM Soeharto, Rabu (12/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

“Di Museum Tino Sidin, materi yang diperbincangkan adalah peran bupati dan pemerintah kabupaten dalam upaya melestarikan seni budaya, memfasilitasi, membina dan mendukung para pelaku seni dan budaya dalam program-program yang ada di kabupaten Bantul,” jelas Gatot.

Dalam shooting tersebut, lanjut Gatot, juga disampaikan oleh Bupati Bantul tentang sinergi yang harus saling dijaga dan dipelihara bersama, sehingga pemerintah daerah, lembaga seni budaya dan stakeholders bisa saling berkoordinasi dalam wadah dewan kebudayaan kabupaten, dalam mengembangkan seni budaya, pendidikan dan pariwisata. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.