Puluhan Pedagang ‘Wifi’ Tulungagung Jatim Piknik ke Museum

YOGYAKARTA – Museum HM Soeharto menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang dikunjungi oleh puluhan pedagang handphone dan wifi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang tergabung dalam Komunitas ‘Bakoel Wifi Grup Ringin Pitu’, bersama Gilang Tirta Pratama Tour & Even Organizer, dalam acara ‘Piknik Bareng Ngayogyakarta.

Rombongan bakoel atau pedagang wifi dan handphone dari Tulungagung, sengaja datang mengunjungi Museum HM Soeharto, Rabu (15/1/2020), untuk mengenang kembali sosok Presiden ke-2 RI, dan Bapak Pembangunan Nasional, tersebut.

Komunitas Bakoel Wifi Grup Ringin Pitu, Tulungagung, Jawa Timur, nonton bareng film sejarah HM Soeharto di pendopo utama Museum HM Soeharto, Rabu (15/1/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Kepala museum, H Gatot Nugroho, menyambut kedatangan rombongan tersebut dan memberikan penjelasan tentang sejarah pendirian museum dan sejarah HM Soeharto.

Gatot menjelaskan, bahwa museum yang dibangun oleh H. Probosutedjo, adik kandung HM Soeharto, merupakan wujud darma bakti seorang adik kepada sang kakak yang telah berjasa besar bagi bangsa dan negara ini.

Ia juga menjelaskan filosofi ‘Mikul Duwur Mendem Jero’, yang dilanjut tayangan slide foto tentang HM Soeharto, yang menceritakan tentang perjuangan, pengabdian dan kepemimpinannya, diiringi lagu ‘Gugur Bunga’ yang membuat kesan tersendiri bagi rombongan wisatawan.

Komunitas Bakoel Wifi Grup Ringin Pitu, Tulungagung, Jawa Timur, foto bersama di Museum HM Soeharto, Rabu (15/1/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Gatot juga menjelaskan sejarah singkat perjalanan hidup HM Soeharto, dengan filosofi kepemimpinannya, ‘Sa-Sa-Sa’ (Sabar Atine, Sareh Tumindake lan Saleh Pikolehe), yang berarti seorang pemimpin harus selalu sabar hatinya, selalu bijaksana dan selalu dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah itu, rombongan dipersilakan nonton bareng pemutaran film autobiografi HM Soeharto. Kemudian, rombongan dipersilakan memasuki ruang diorama museum yang menceritakan perjalanan hidup HM Soeharto sejak kecil hingga menjadi presiden, dan melihat petilasan tempat lahir presiden legendaris tersebut, dan merasakan sejuknya sumur peninggalan. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.