160 Guru PAUD Bantul Rapat Kerja di Museum

YOGYAKARTA – Sebanyak 160 guru pendidikan anak usia dini tergabung dalam HIMPAUDI kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta, menggelar rapat pemantapan kinerja dalam upaya standarisasi pengelolaan PAUD di wilayah kerjanya.

Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Pleret, Bunda Kun Sholikhah, S.Pd., AUD., menjelaskan, sebanyak 160 guru tersebut berasal dari sejumlah desa, yakni Desa Pleret, Wonokromo, Bawuran, Wonolelo dan Segoroyoso.

Rapat kerja pemantapan kinerja guru-guru PAUD sengaja digelar di Museum HM Soeharto, untuk mengenang dan meneladani kepemimpinan Presiden ke-2 RI, tersebut.

Pimpinan dan pengurus HIMPAUDI Kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di pendopo utama Museum HM Soeharto, Sabtu (18/1/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Kedatangan para pahlawan tanpa tanda jasa itu disambut kepala musuem bersama staf, yang kemudian memandu acara kunjungan museum pada Sabtu (18/1/2020) itu.

Serangkaian acara kunjungan museum dilakukan, setelah pemberian arahan dan rapat pemantapan kinerja anggota HIMPAUDI Kecamatan Pleret selesai dilakukan.

Edukator museum, Maryati, kemudian memberikan penjelasan tentang sejarah pendirian museum dan sejarah HM Soeharto. Ia mengatakan, Museum HM Soeharto dibangun oleh H. Probosutedjo, sebagai wujud darma bakti adik kepada sang kakak, yang telah berjasa besar bagi negara ini. Disampaikan pula filosofi ‘Mikul Duwur Mendem Jero’, yang bermakna mengubur keburukan seseorang dan menjunjung tinggi kebaikan-kebaikannya.

Guru-guru PAUD anggota HIMPAUDI dari Desa Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di pendopo utama Museum HM Soeharto, Sabtu (18/1/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Lalu, ditayangkan slide foto yang bercerita tentang perjuangan, pengabdian dan kepemimpinan HM Soeharto, diiringi lagu ‘Gugur Bunga’, yang memberika kesan dalam bagi para pengunjung.

Kemudian, dijelaskan sejarah singkat perjalanan hidup Bapak Pembangunan Nasional, itu dengan filosofinya ‘Sa-Sa-Sa’, yakni akronim dari sabar atine, sareh tumindake lan saleh pikolehe.

Maryati menjelaskan, filosofi tersebut berarti seorang pemimpin harus selalu sabar, bijaksana dan dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Setelah itu, rombongan dipersilakan nonton bareng pemutaran film sejarah autobiografi Jenderal Besar HM Soeharto, dilanjut masuk ke ruang diorama museum, dan melihat petilasan tempat lahirnya serta sumur peninggalan HM Soeharto.  (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.