Giat WKM SD Unggulan Aisyiyah Bantul di Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Sebanyak 138 siswa-siswi Sekolah Dasar Unggulan, Aisyiyah, Bantul, menggelar acara wisata sejarah di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto. Selain untuk menambah wawasan sejarah, acara ini juga merupakan program wajib kunjung museum (WKM) bagi para pelajar di DIY.

Didampingi sejumlah guru, para siswa SD Unggulan Aisyiyah Bantul tampak antusias memasuki halaman Museum HM Soeharto. Mereka pun dipersilakan masuk ke pendopo utama, untuk mendapatkan edukasi tentang museum dan autobiografi Bapak Pembangunan Nasional, HM.Soeharto.

Mengawali acara, para siswa menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Lagu kebangsaan merupakan lagu wajib yang harus dinyanyikan oleh para pengunjung di museum ini.

Para siswa Sekolah Dasar Unggulan, Aisyiyah, Bantul, Yogyakarta, saat menggelar salat zuhur berjemaah di pendopo utama Museum HM Soeharto, Selasa (15/09/2019). –Foto: HM Soeharto

Kepala Museum, H Gatot Nugroho, mengatakan, menyanyikan lagu wajib kebangsaan merupakan salah satu upaya untuk menanamkan rasa kebanggaan dan jiwa nasionalisme kepada setiap pengunjung.

“Harapannya, agar rasa bangga menjadi anak Indonesia dan nasionalisme makin melekat dan terus berkembang di jiwa para siswa atau pengunjung,” kata Gatot Nugroho, di sela menerima kunjungan, didampingi edukator museum, Maryati dan Devi, Selasa (15/9/2019).

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Unggulan Aisyiyah Bantul, Suwardi, mengatakan, kunjungan museum ini diadakan agar para siswa mengetahui peninggalan-peninggalan bersejarah, termasuk bisa belajar tentang sejarah dan budaya Indonesia.

Seperti pada setiap agenda kunjungan di museum ini, para siswa SD Unggulan Aisyiyah dipersilakan menyaksikan film sejarah di pendoo utama yang disajikan oleh edukator museum. Juga mendapatkan penjelasan tentang museum dan sejarah HM Soeharto.

Para siswa Sekolah Dasar Unggulan, Aisyiyah, Bantul, Yogyakarta, antusias mendengarkan penjelasan edukator tentang sejarah HM Soeharto, di pendopo utama museum, Selasa (15/09/2019). –Foto: HM Soeharto

Setelah itu, mereka dipersilakan masuk ke ruang diorama museum, dan melihat petilasan tempat lahirnya Bapak Bangsa, menengok sumur tua peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto, dan melihat patung anak penggembala kerbau yang merupakan penggambaran kehidupan masa kecil Presiden ke-2 RI, tersebut.

Di pendopo museum ini, para siswa kelas 2 SD Unggulan Aisyiyah Bantul yang memiliki pelajaran khusus tentang budi pekerti, sopan-santun dan akhlak mulia, juga melakukan salat zuhur berjemaah.

Pengelola berharap, agar dari kunjungan tersebut para siswa mendapatkan inspirasi tentang kepemimpinan dan menjadikan sejarah HM Soeharto sebagai salah satu suri teladan. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.