Siswa-Guru SMPN 1 Pandak Belajar Sejarah Bapak Bangsa

YOGYAKARTA – Memorial Jenderal Besar HM Soeharto dibangun, agar para siswa, masyarakat dan generasi muda umumnya mengetahui peran Presiden Soeharto sejak masa perang kemerdekaan hingga masa pembangunan, dengan berbagai prestasi internasional.

Hal tersebut disampaikan kepala museum, H Gatot Nugroho, S.Pt., kepada 315 siswa SMPN 1 Pandak, Bantul, Yogyakarta, yang berkunjung ke museum dengan didampingi oleh sejumlah guru, Selasa (25/2/2020).

Kepala museum didampingi edukator, Maryati, menyambut kedatangan rombongan pelajar itu dan mempersilakan memasuki pendopo utama. Para siswa kemudian diajak menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, untuk meningkatkan semangat nasionalisme serta menumbuhkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia.

Para siswa SMPN 1 Pandak, Bantul, Yogyakarta, saat menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ di pendopo utama Museum HM Soeharto, Selasa (25/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Pemutaran film hiburan kemudian ditayangkan, untuk membuat suasana santai dan rileks, agar para siswa bisa beristirahat sejenak. Setelah itu, kepala museum kembali memberikan berbagai penjelasan, antara lain tentang wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.

Kepala museum juga memberikan semangat kepada mereka, agar selalu ingat akan jasa-jasa bapak-ibu guru, dan motivasi bahwa orang tua senantiasa mendampingi, mendukung dan mendoakan mereka dengan penuh kasih sayang.

“Motivasi seperti ini menjadikan bekal penting bagi anak bangsa,  generasi penerus di era milenial ini untuk siap menjadi calon-calon pemimpin negeri,” kata Gatot.

Kepala Museum HM Soeharto saat memberikan motivasi tentang nasionalisme, wawasan kebangsaan dan kepemimpinan HM Soeharto di pendopo utama Museum HM Soeharto, Selasa (25/2/2020). -Foto: Gatot Nugroho

Selanjutnya, mereka diberikan penjelasan tentang sejarah masa kecil HM Soeharto, hingga menjadi Presiden ke-2 RI, yang dilanjut lagi dengan nonton bareng film sejarah Bapak Pembangunan Nasional tersebut.

Sesudah acara di pendopo utama selesai, rombongan dipersilakan memasuki ruang diorama museum, yang menceritakan sejarah perjalanan hidup bapaknya para petani. Dilanjutkan dengan melihat petilasan tempat lahir dan masa kecil Pak Harto, serta sumur peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.