Ratusan Pelajar dari Dua Sekolah ‘Outing Class’ di Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Rombongan pelajar dari dua sekolah menengah atas di Yogyakarta, secara bersamaan menggelar outing class di Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk. Mereka datang beriringan, didampingi sejumlah guru.

Para pelajar itu berasal dari SMAN 2 Yogyakarta sebanyak 350 orang, dan 150 siswa SMA Ali Maksum, Pondok Krapyak, Bantul. Kedua rombongan berbeda sekolah ini mengadakan outing class di Museum HM Soeharto, untuk mengetahui lebih dalam sejarah Presiden ke-2 RI.

Dengan seragam khas masing-masing, putih abu-abu untuk SMAN 2 Yogyakarta dan baju batik untuk SMA Ali Maksum Bantul, secara bergantian mereka mengambil sesi foto grup dan video.

Kedatangan mereka pada Kamis (10/12019) itu, diterima oleh kepala museum, H Gatot Nugroho, didampingi dua edukator museum, Maryati dan Devi.

Sesudah sesi foto grup, rombongan pelajar diajak masuk ke pendopo utama museum. Program awal pun dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, dilanjutkan pemutaran film hiburan untuk memberi kesempatan pengunjung beristirahat sejenak.

Sebanyak 350 pelajar dari SMAN 2 Yogyakarta, saat menggelar outing class di Museum HM Soehato, Kamis (10/10/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Kemudian, kepala museum memberikan beberapa motivasi tentang nasionalisme, keikhlasan dan motivasi untuk selalu menyayangi kedua orang tua dan guru.

Setelah itu, kepala museum  menyampaikan tujuan dibangunnya museum, yaitu agar siswa siswi sebagai generasi penerus bisa mengetahui apa saja yang telah dilakukan HM Soeharto untuk bangsa Indonesia, sejak dari masa perjuangan kemerdekaan hingga masa pembangunan.

Acara kemudian disambung dengan penjelasan masa kecil HM Soeharto hingga menjadi presiden, yang disampaikan oleh edukator museum, Maryati. Penjelasan itu kemudian dilengkapi dengan pemutaran film sejarah HM Soeharto.

Usai pemutaran film, rombongan kemudian dipersilakan memasuki ruang diorama sejarah HM Soeharto, dan melihat petilasan tempat lahir dan masa kecil HM Soeharto, serta sumur peninggalan.

Pengelola museum berharap, dari kunjungan tersebut para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan sejarah. Namun, juga suri teladan dan inspirasi bagi masa depan bangsa selanjutnya. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.