SMPN 17 Surakarta ‘Outing Class’ di Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Surakarta, Jawa Tengah, mengadakan outing class dengan mengenal lebih dalam sosok Bapak Pembangunan, HM Soeharto. Presiden ke-2 RI ini dalam masa kepemimpinannya mampu membawa bangsa Indonesia menjadi negara swasembada pangan.

Prestasi besar HM Soeharto dalam memimpin bangsa Indonesia, memang tidak mungkin dilupakan dari ingatan kolektif bangsa ini. Mulai dari keberhasilannya mengamankan negara dari ancaman komunisme, menjaga kedaulatan dan martabat bangsa di mata dunia, hingga menyejahterakan rakyat. Juga merawat dan menjaga kebhinnekaan dengan dasar negara Pancasila, sehingga kondusivitas terus terjaga. Tata, titi, tentrem, kerta raharja, gemah ripah loh jinawi.

Suasana kebangsaan itu, saat ini terasa sangat dirindukan. Antara lain karena perkembangan zaman yang turut memberikan dampak negatif. Mulai dari ancaman disintegrasi bangsa, pudarnya nasionalisme di kalangan generasi milenial, mahalnya harga pangan yang tiap tahun mengalami fluktuasi, dan seterusnya.

Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Surakarta, Jawa Tengah, antusias mendengarkan penjelasan edukator, di Pendopo Utama Museum HM Soeharto, Selasa (20/8/2019). –Foto: Gatot Nugroho

Hal demikianlah yang membuat sejarah kepemimpinan HM Soeharto layak dipelajari. Bukan untuk membandingkan satu pemimpin dengan pemimpin yang lain, melainkan untuk belajar dari sejarah. Mengambil yang baik, dan meninggalkan yang buruk. Mikul dhuwur, mendem jero.

Demikianlah yang agaknya membuat puluhan siswa dari SMPN 17 Surakarta, menjadikan Memorial Jenderal Besar HM Soeharto sebagai lokasi kegiatan outing class, pada Selasa (20/8/2019).

Mengenakan seragam putih dan hijau muda, para siswa tersebut tampak semangat dan antusias, saat mendengarkan penjelasan dari edukator museum.

Sebelumnya, para siswa diajak menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Lalu, dipersilakan menyaksikan film hiburan sebagai pelepas lelah setelah perjalanan, di pendopo utama museum.

Dalam suasana serius tapi santai, Evi yang berperan sebagai edukator museum menjelaskan tujuan dibangunnya Museum HM Soeharto.

Menurutnya, museum tersebut memang sengaja dibangun agar generasi muda bisa mengetahui apa saja yang telah dilakukan HM Soeharto untuk bangsa Indonesia. Diharapkan, para generasi penerus kemudian dapat mengambil suri teladan dari presiden asal Dusun Kemusuk tersebut.

Puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Surakarta, Jawa Tengah, foto bersama di Museum HM Soeharto, Selasa (20/8/2019). –Foto: Gatot Nugroho

Evi dibantu sejumlah pelajar SMKN 1 Sewon, Bantul, Yogyakarta, yakni Ambar dan Anifa, yang saat itu secara kebetulan sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Sebagaimana program kunjungan di museum ini, sang edukator kemudian menjelaskan tentang sejarah masa kecil HM Soeharto, hingga menjadi Presiden ke-2 Republik Indonesia. Lalu, dilanjut dengan nonton bareng film sejarah HM Soeharto.

Sesudah itu, rombongan pelajar SMPN 17 Surakarta ini dipersilakan masuk ke ruang diorama, yang menceritakan sejarah perjalanan Bapak Pembangunan, yang juga merupakan sejarah bangsa Indonesia.

Usai menyusuri ruang diorama, rombongan berkeliling museum dan melihat petilasan tempat lahir dan sumur peninggalan zaman HM Soeharto di waktu kecil. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.