Mahasiswa UAD Belajar Sejarah Bapak Pembangunan

YOGYAKARTA – Sebanyak 45 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, mengunjungi Museum HM Soeharto. Didampingi sejumlah dosen program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mereka berkunjung untuk mempelajari lebih jauh sejarah pemimpin bangsa, Bapak Pembangunan Nasional, HM Soeharto.

Kedatangan rombongan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan ini disambut oleh kepala museum, H. Gatot Nugroho, S.Pt., yang kemudian memberikan penjelasan tentang sejarah berdirinya museum.

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, antusias menyaksikan film sejarah HM Soeharto di pendopo utama museum, Selasa (24/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Gatot Nugroho mengatakan, bahwa museum ini dibangun oleh H Probosutedjo, adik HM Soeharto, sebagai wujud pengabdian adik dan penghargaan untuk sang kakak tercinta.

“Filosofi ‘mikul duwur, mendem jero’ menjadi spirit Probosutedjo untuk membangun museum ini,” kata Gatot Nugroho, Selasa (24/12/2019).

Dijelaskan pula, bahwa museum sebagai wahana yang menggambarkan perjuangan dan pengabdian tulus ikhlas HM Soeharto untuk Indonesia. Gambaran kepemimpinan Presiden ke-2 RI, tersebut antara lain tergambar dari adanya filosofi ‘Sa-Sa-Sa’, yang berarti seorang pemimpin bangsa harus ‘sabar atine’ atau selalu punya hati yang sabar, ‘sareh tumindake’ atau harus punya jiwa bijaksana, dan yang utama adalah ‘saleh pikolehe’, yakni seorang pemimpin harus selalu dekat kepada Allah SWT.

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Selasa (24/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Sejarah panjang tentang masa kecil HM Soeharto juga dijabarkan,  dengan harapan bisa menginspirasi para mahasiswa. Kemudian, rombongan diajak nonton bareng film autobiografi HM Soeharto, dan dilanjut dengan keliling ruang diorama museum.

Di ruang diorama, para mahasiswa ini tampak mencermati sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, Operasi Trikora atau Pembebasan Irian Barat, Pemberontakan G30/PKI dan Kesaktian Pancasila.

Juga sejarah panjang pembangunan pada masa Orde Baru, dari masa-masa negara miskin, kemudian menjadi negara berkembang hingga mencapai tinggal landas, dan konsisten membangun negeri berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.