130.954 Orang Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Museum adalah lembaga yang berfungsi melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, dan mengomunikasikannya kepada masyarakat. Memorial Jenderal Besar HM Soeharto adalah salah satu museum sejarah pemimpin bangsa, yang menyimpan sejarah autobiografi HM Soeharto sebagai pejuang dan Presiden ke-2 RI, dan yang digelari sebagai Bapak Pembangunan Nasional.

Memorial Jenderal Besar HM Soeharto atau lebih populer disebut Museum HM Soeharto, menjadi wahana edukasi tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme dan suri teladan HM Soeharto bagi generasi penerus bangsa. Tempat bagi para orang tua dan masyarakat mengenang kembali sosok Bapak Pembangunan Nasional, pemimpin kharismatik yang sederhana dan murah senyum, sehingga terkenal dengan julukan ‘The Smilling General’.

Museum HM Soeharto dirancang dan dibangun oleh H. Probosutedjo,  sebagai wujud pengabdian seorang adik kepada kakak tercintanya, yang pernah bersama-sama masyarakat membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Galeri pengunjung Museum HM Soeharto 2019. -Foto: Gatot Nugroho

Sejak diresmikan pada 8 Juni 2013 hingga 2019, Museum HM Soeharto  menjadi idola bagi para wisatawan, baik pelajar, masyarakat umum, instansi negeri maupun swasta, dan kelompok masyarakat umum lainnya.

Berdasarkan data kunjungan 2019, jumlah wisatawan mencapai 130.954 orang. Terdiri dari 130.818 wisatawan nusantara dan 136 wisatawan mancanegara.

Jumlah pengunjung terbanyak berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni 90.112 oran, disusul Jawa Tengah dengan jumlah pengunjung 24.011 orang, kemudian dari Jawa Barat sebanyak 5.700 orang, dan Jawa Timur sebanyak 4.166 orang. Sisanya, sebanyak 3.571 orang berasal dari berbagai daerah di luar Jawa.

Galeri pengunjung Museum HM Soeharto 2019. -Foto: Gatot Nugroho

Banyaknya pengunjung dan pesan dan kesan dari para wisatawan, membuat jajaran pimpinan dan segenap karyawan Museum HM Soeharto merasa sangat bersyukur dan berbangga. Bersyukur karena pada kenyataannya masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, masih sangat mencintai HM Soeharto, sangat merindukan sosok pemimpin bangsa sederhana itu yang penyabar, bijaksana dan selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan berbagai kenangan akan masa-masa pemerintahan Presiden Soeharto, para pengunjung seringkali menyapa kepada penjaga dan pengelola museum dengan slogan, “Piye Kabare, Penak Jamanku, tho?” (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.