Jajaran Muspika Sedayu Gelar Senam Sehat di Museum

YOGYAKARTA – Jajaran Muspika Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, menggelar senam sehat bersama di halaman Memorial Jenderal Besar HM Soeharto. Selain sebagai ajang silaturahmi yang menunjang kelancaran tugas-tugas antarinstansi, senam sehat di museum juga dimanfaatkan untuk mengenang kembali jasa besar Presiden ke-2 RI.

Seluruh pimpinan hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Camat Sedayu, Sarjiman, S.IP. ME., Kapolsek Sedayu, Kompol Ardi Hartana, SH., MH., dan Komandan Koramil, Kapten Inf. Diya S. Juga sekretaris kecamatan, kepala puskesmas Sedayu I dan II, dan lainnya serta sejumlah pimpinan dan staf dari instansi swasta yang ada di wilayah Kecamatan Sedayu.

Kapolsek Sedayu, Kompol Ardi Hartana, SH., MH., didampingi istri, saat memberikan sambutan pada acara senam sehat bersama Muspika dan pamong desa se-Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta di Museum HM Soeharto, Jumat (20/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Tak ketinggalan juga para lurah/kepala desa, yaitu Bambang Sarwono, Kades Argomulyo, Ngadimin, Kades Argorejo, Prayitno, Kades Argodadi, Hidayaturachman, Kades Argosari dan seluruh staf dan pamong desa se-Kecamatan Sedayu.

Kepala musuem, Gatot Nugroho, mengatakan, senam sehat Muspika Sedayu ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan sekali, dengan tuan rumah bergantian.

“Kebetulan hari ini, Jumat (20/12/2019), sebagai tuan rumah àdalah Polsek Sedayu, yang menggunakan museum sebagai tempat untuk senam bersama,” kata Gatot Nugroho, Jumat.

Peserta Senan Sehat Bersama Muspika Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, di Museum HM Soeharto, Jumat (20/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Selain sebagai ajang keakraban dan silaturahmi, senam sehat di museum juga untuk mengenang kembali Bapak Bangsa, HM. Soeharto, dan mengetahui lebih dalam sejarah perjalanan hidup, kiprah dan prestasi Presiden ke-2 Republik Indonesia sejak masa kecil hingga akhir hayatnya.

Dijelaskan, bahwa Museum HM Soeharto dibangun oleh H. Probosutedjo, adik kandung HM Soeharto, sebagai wujud darma bakti adik kepada sang kakak yang berjasa besar bagi negara ini.

Dalama acara itu juga dijelaskan sebuah filosofi ‘Mikul Duwur Mendem Jero’. Juga dibacakan sebuah puisi tentang ‘Gemuruh Kemusuk’, yang menceritakan tentang perjuangan para pahlawan bangsa, yang diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga berkaitan dengan jiwa nasionalisme para peserta senam sehat.

Camat Sedayu, Sarjiman, S.IP. ME., Kapolsek Sedayu, Kompol Ardi Hartana, SH., MH., Komandan Koramil, Kapten Inf. Diya S., Kepala Museum HM Soeharto, H Gatot Nugroho, serta Kepala Dukuh Kemusuk Kidul, foto bersama di depan relief falsafah ‘Sa-Sa-Sa’ Museum HM Soeharto, Jumat (20/12/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Disampaikan pula, sejarah singkat perjalanan hidup HM Soeharto dengan filosofi kepemimpinan “Sa-Sa-Sa”, yakni Sabar atine, Sareh tumindake lan Saleh pikolehe. Falsafah ini mengandung arti, bahwa seorang pemimpin harus selalu sabar hatinya, bijaksana dan selalu dekat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Filosofi ini terdapat pada dinding relief sebelah kanan Patung Jenderal Besar HM Soeharto.

Setelah melakukan kegiatan ‘Jumat Sehat’ dengan senam bersama, peserta dipersilakan berkeliling ke diorama museum, melihat petilasan tempat lahirnya HM Soeharto, dilanjut ramah tamah sambil makan soto bersama. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.