Museum HM Soeharto Raih Penghargaan Khusus Kebersamaan

YOGYAKARTA – Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, meraih penghargaan kategori Kebersamaan, di ajang festival Gelar Potensi Museum DIY 2019. Festival yang diadakan dalam rangka memperingati 48 tahun Badan Musyawarah Museum (Baramus) DIY, ini diikuti oleh 37 museum se-DIY. 

Gelar Potensi Museum DIY 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, beberapa waktu lalu, diawali dengan pawai potensi Museum se-DIY. Dalam pawai ini, masing-masing museum menampilkan potensinya dalam sebuah karnaval budaya.

Dalam ajang karnaval budaya yang juga dilombakan tersebut, Memorial Jenderal Besar HM Soeharto (Museum HM Soeharto), mengusung tema keberhasilan Republik Indonesia, di masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Keberhasilan itu ditandai dengan diperolehnya penghargaan dari Organisasi Pangan Dunia PBB (FAO), sebagai negara swasembada pangan, pada 22 Juli 1986.

Pengelola Museum HM Soeharto, Gatot Nugroho (ujung kiri), saat menerima penghargaan khusus Kebersaman, pawai budaya dalam rangka Gelar Potensi Museum DIY 2019, di panggung utama Sleman City Hall Yogyakarta.

Keberhasilan Presiden Soeharto dalam pembangunan, diwujudkan dalam sebuah karnaval, dengan menghadirkan gunungan hasil bumi/pertanian, berupa padi dan palawija, dikelilingi poster masa swasembada beras.

Peserta karnaval terdiri dari 8 penari petani, melambangkan tanggal kelahiran Presiden Soeharto, diiringi oleh punakawan (Semar, Gareng, Petruk, Bagong) sebagai simbolisasi rakyat kecil yang sedehana, lugu, namun cerdas.

Sementara itu, barisan mobil yang membawa gunungan hasil bumi juga membawa 6 bendera besar sebagai lambang bulan ķe-6 (Juni), yang merupakan bulan kelahiran Presiden Soeharto.

Di barisan mobil gunungan, sebanyak 21 peserta terdiri dari Pamong Desa, BPD, LPMD,  Dukuh, Linmas, FPRB dan pelajar dari tingkat SD , SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi, turut mengiringi. Mereka membawa bendera kecil yang melambangkan tahun kelahiran Presiden Soeharto, yakni 1921.

Kekompakan dan kebersamaan semua unsur masyarakat, pelajar dan perangkat desa/pemerintahan dalam karnaval budaya ini, membuat Museum HM Soeharto meraih penghargaan khusus Kebersamaan.

Penghargaan tersebut disampaikan oleh tim juri, bersama dengan empat museum lainnya yang mendapatkan penghargaan sebagai penyaji terbaik. Penghargaan diberikan pada penutupan Festival Museum se-DIY 2019, di panggung utama Sleman City Hall Yogyakarta.

Gelar Potensi Museum 2019 bertema “Dengan Naungan Merah Putih Merangkai Artefak dalam ke-Indonesiaan”,  berlangsung empat hari, sejak Rabu-Sabtu (7-10/8/2019). Kegiatan dipusatkan di Atrium Rama, Sleman City Hall, jalan Magelang, Sleman, Yogyakarta.

Selain diikuti oleh 37 museum se-DIY, dalam acara ini juga turut mengundang Museum Sekolah Slawi sebagai peserta undangan.

Sementara itu, Yogyakarta tercatat memiliki museum dengan jumlah terbesar kedua di Indonesia, dalam skala provinsi. Museum di DIY tidak hanya besar dalam jumlah, namun juga beragam, terkait dengan visi-misi dan tema yang diusung.

Gelar Potensi Museum 2019 merupakan kegiatan Dinas Kebudayaan DIY, sebagai ajang mengenalkan museum-museum yang terdapat di DIY kepada masyarakat luas. (pewarta: gatot)

Leave A Reply

Your email address will not be published.