Mahasiswa UMY Diskusi Tentang Orba, Islam dan Bahaya PKI
20 Mahasiswa dari Program Study Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menyambangi Museum HM Soeharto untuk melaksanakan pembelajaran tentang bagaimana negara melindungi dan menjunjung tinggi agama Islam yang merupakan agama dengan penganut mayoritas di negeri ini.
Mahasiswa juga melaksanakan pembelajaran tentang bagaimana negara menjaga toleransi antar umat beragama atas dasar sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa dalam wadah Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga tercipta toleransi antar umat beragama yang berjalan dengan sejuk dan damai.
Mahasiswa yang didampingi oleh Bpk. Ghifari Yuristiadi disambut oleh pengelola museum, Gatot Nugroho. Dalam pertemuan tersebut juga terjadi diskusi antara mahasiswa dengan pihak pengelola tentang masa-masa pemerintahan orde baru.
Materi diskusi juga berkembang tentang bagaimana umat Islam dalam sejarah selalu bertentangan dengan kaum komunis. Dalam hal ini dosen pembimbing menekankan, generasi muda Islam harus selalu waspada terhadap kegiatan PKI yang era ini disinyalir akan muncul.
Bagaimana dalam sejarah Indonesia, umat Islam selalu berhadapan dengan kelompok komunis dan pada era kepemimpinan Pak Harto perkembangan komunis bisa diminimalisir, bahkan dilarang hidup di bumi Nusantara dan pemerintah bersama umat Islam selalu menjaga itu.
Dalam pertemuan juga ditekankan bagaimana generasi muda harus bisa menghargai jasa pejuang bangsa , di antaranya menghargai karya yang Pak Harto torehkan untuk bangsa, negara dan rakyat Indonesia.
Disamping itu, mahasiswa juga belajar banyak dari Museum, sejarah kehidupan Pak Harto dengan cara menonton Film autobiografi beliau.
Akhir diskusi mahasiswa mendapatkan tugas dari dosen untuk mencari banyak referensi tentang sejarah Pak Harto dalam pengabdian, dalam perjuangan dan dalam kepemimpinannya yang nantinya akan didiskusikan lagi di kampus sehingga mereka bisa memahami bahwa Pak Harto layak menjadi pahlawan bangsa.