Mahasiswa UGM Dalami Sejarah HM Soeharto

YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik, departemen politik dan pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) mengunjungi Museum HM Soeharto, dalam rangka outing class, mendalami sejarah perjalanan bangsa di era kempemimpinan Presiden Soeharto.

Sebanyak 80 mahasiswa Departemen Politik dan Pemerintahan UGM didampingi salah satu dosen program studi sosiologi, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos., MA., mengunjungi Museum HM Soeharto, guna mempelajari lebih dalam sejarah bangsa dan peranan Presiden Soeharto dalam masa perjuangan hingga pembangunan.

Kepala Museum HM Soeharto, H Gatot Nugroho S.Pt., dalam sambutannya di pendopo utama, menjelaskan, bahwa museum tersebut dibangun oleh H Probosutedjo, adik HM Soeharto, sebagai wujud pengabdiannya sebagai adik dan penghargaannya kepada kakak tercinta.

Puluhan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik, departemen politik dan pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto, Selasa (22/10/2019). –Foto: Gatot Nugroho

“Filosofi ‘mikul duwur mendem jero’ menjadi spirit dalam pembangunan museum ini,” kata Gatot Nugroho, saat menerima kedatangan para mahasiswa tersebut, Selasa (22/10/2019).

Lebih jauh Gatot Nugroho mengemukakan, bahwa museum juga dibangun sebagai wahana yang menjelaskan perjuangan dan  pengabdian tulus ikhlas dari HM Soeharto untuk Indonesia.

“Etos kepemimpinan HM Soeharto, antara lain tergambar dalam filosofi ‘Sa-Sa-Sa’, yang dibuatkan prasastinya dalam bentuk relief di halaman depan museum,” katanya.

Gatot Nugroho menjelaskan, ‘Sa-Sa-Sa’ merupakan akronim dari kata Sabar Atine, Sareh Tumindake dan Saleh Pikolehe.

“Artinya, seorang pemimpin harus selalu memiliki kesabaran, berjiwa arif dan bijaksana, serta saleh atau selalu dekat kepada Allah SWT,” jelasnya.

Dalam penjelasannya pula, Gatot Nugroho menceritakan sejarah masa kecil HM Soeharto, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para mahasiswa tersebut.

Puluhan mahasiswa fakultas ilmu sosial dan politik, departemen politik dan pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, saat mendengarkan penjelasan sejarah HM Soeharto di penodpo utama museum, Selasa (22/10/2019). –Foto: Gatot Nugroho

Usai berbagai sambutan dan penjelasan singkat, rombongan mahasiswa diajak nonton bareng sejarah autobiografi HM Soeharto, yang kemudian dilanjutkan dengan menyusuri ruang diorama.

Di ruang diorama, sejumlah mahasiswa tampak mencermati sejarah Serangan Umum 1 Maret 1949, Operasi Trikora atau pembebasan Irian Barat, peristiwa tragedi berdarah pemberontakan G30S/ PKI dan Kesaktian Pancasila.

Juga sejarah panjang pembangunan Indonesia di masa Orde Baru, mulai dari masa menjadi negara miskin, kemudian menjadi negara berkembang hingga tinggal landas, dan konsisten membangun negeri berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.