Sosok Pak Harto tak Pernah Hilang di Hati Masyarakat

YOGYAKARTA – Tak banyak yang tahu jika hari ini, tepatnya tanggal 18 Muharram 1440 menjadi peringatan atau haul 11 tahun wafatnya Presiden ke-2 RI Jenderal Besar HM. Soeharto.

Pak Harto yang kerap dijuluki sebagai Bapak Pembangunan Indonesia wafat pada tanggal 27 Januari 2008, bertepatan dengan tanggal 18 Muharam dalam kalender Hijriyah.

Meski telah 10 tahun pergi, namun sosok Pak Harto tak pernah bisa hilang di hati masyarakat. Berbagai torehan sejarah yang pernah diukirnya merupakan hal penting dalam perjalanan panjang bangsa.

“Bagaimanapun Pak Harto merupakan seorang pemimpin besar yang pernah dimiliki bangsa ini. Kita harus selalu mengingat setiap jasanya. Anak-anak dan generasi muda harus paham akan sejarah itu. Menjadi tugas kita untuk memberitahukan,” ujar Ardi Lestianto, warga Gowongan Lor Jetis Yogyakarta.

Ardi Lestianto warga Gowongan Lor Jetis Yogyakarta. – Foto Jatmika H Kusmargana

Bagi Ardi, sosok Pak Harto merupakan sosok pemimpin yang sangat dirindukan pada masa sekarang. Seorang pemimpin besar yang sangat disiplin dan tegas, namun mampu mengayomi seluruh rakyat.

“Zaman Pak Harto semua persoalan bisa dengan cepat diatasi. Sehingga kondisi bangsa selalu stabil. Pembangunan sangat pesat, rakyat juga bisa membeli setiap kebutuhan dengan harga murah,” katanya, saat berkunjung ke Museum Memorial HM Soeharto di Kemusuk, Kamis (27/9/2018).

Hal serupa juga diungkapkan Nur Hayati, warga Sidoarum Godean Sleman. Ia mengaku, kerap mengajak anak-anaknya berkunjung ke Museum Memorial HM Soeharto, untuk mengenalkan sosok dan sejarah tentang Pak Harto. Menurutnya, hal itu penting dilakukan agar generasi muda tahu akan kebenaran sejarah tentang Pak Harto.

“Anak zaman sekarang kalau tidak dikenalkan tidak akan tahu. Padahal Pak Harto merupakan pemimpin besar yang berasal dari desa sekitar sini. Kita sebagai warga yang tinggal di sekitar tempat kelahiran Pak Harto, mestinya tahu akan sejarah itu,” katanya.

Dengan mengenalkan sosok Pak Harto pada anak-anaknya, ia pun berharap agar setiap generasi muda khususnya yang tinggal di sekitar tempat kelahiran Pak Harto, yakni di Dusun Kemusuk, bisa meneladani sosok Presiden RI ke-2 itu.

“Dengan mengetahui sejarah, anak-anak diharapkan akan punya semangat untuk bisa berbuat seperti Pak Harto. Bahwa orang desa pun juga bisa melakukan hal-hal besar untuk kepentingan dan kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Sumber: Cendananews.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.