Pelajar dari DIY, Jateng, Jatim, Kunjungi Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Sebanyak 710 anak-anak TK, siswa-siswi SD dan MI, SLB dan SMA berkunjung , belajar tentang sejarah bangsa dan mendapat pendidikan karakter yang berwawasan kebangsaan, nasionalisme dan kepemimpinan, di Museum HM Soeharto. Mereka datang dari dua kabupaten di DIY, yakni Sleman dan Bantul, serta dari Magelang, Jawa Tengah dan Banyuwangi, Jawa Timur.

Para pelajar ini datang bergelombang dalam waktu dua hari, Rabu-Kamis (19-20/11/2019). Dari Bantul, rombongan berasal dari TK ABA Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul, SD Negeri Kaliduren 2 Bantul, SD Negeri 2, Wojo, Druwò, Sewon, Bantul, SD Negeri Bantul Timur, Bantul, SD Negeri Priyan, Trirenggo, Bantul, SD Negeri Palbapang, Guyangan, Bambanglipura, Bantul.

Dari Sleman, rombongan berasal dari SDN Kaliduren 2, Sumber Agung,  Moyudan, dan SMA Negeri 1 Godean.

Sementara dari Jawa Tengah berasal dari MI Ma’arif Bligo 2, Ngluwar, dan dari Jawa Timur adalahh SMA PGRI Glenmore, Banyuwangi.

SDN Priyan, Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, foto bersama di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Anak-anak bangsa dari berbagai daerah tersebut didampingi oleh sejumlah guru, dan tampak sangat menikmati suasana museum.  Mereka terkesan akan keramahtamahan pengelola museum, mulai dari tim keamanan, bagian humas dan edukator.

Menurut para pengunjung, perpaduan suasana museum yang sejuk dengan pendopo utama yang nyaman, para pengelola museum yang selalu menjalin komunikasi hingga edukasi yang diberikan, sangat berkesan.

Program-program edukasi yang diberikan museum tidak semata bercerita tentang sejarah museum dan HM Soeharto, tetapi juga implementasi HM Soeharto dalam menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekwen.

Mengajarkan jiwa nasionalisme, wawasan kebangsaan yang harus dilakukan bersama masyarakat Indonesia untuk mencapai tujuan Negara yang adil makmur, menuju kesejahteraan Indonesia diajarkan kepada generasi milenial yang cerdas dan hebat, ini.

Edukasi yang dilakukan di dukung dengan layar film, sound system yang baik, sehingga yang disampaikan edukator terasa di jiwa anak-anak bangsa tersebut.

TK ABA Saman, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, saat mengikuti acara di pendopo Museum HM Soeharto, -Foto: Gatot Nugroho

Nonton bareng tayangan film autobiografi sejarah HM Soeharto yang merupakan puncak agenda edukasi di pendopo utama museum, bisa menggambarkan sosok anak desa sederhana yang dilahirkan di Desa Kemusuk, pernah berjuang mengusir penjajah, pernah mengabdi tanpa pamrih demi masa depan bangsa dan pernah memimpin negeri tercinta Indonesia.

Cerita tersebut dinilai mampu menggugah hati dan jiwa generasi penerus bangsa. Suri teladan seorang nasionalis sejati seperti HM Soeharto, nantinya diharapkan dapat menggerakkan semangat para pemuda dambaan negara yang akan menerima estafet kepemimpinan berikutnya. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.