Lebih 300 Siswa SD di Sedayu Laksanakan Program WKM

YOGYAKARTA – Sebanyak 330 siswa-siswi dari SDN Jetis, Argosari, dan SDN 2 Sungapan, Bakal Dukuh di Sedayu, Bantul, Yogyakarta, mengunjungi Museum HM Soeharto di Dusun Kemusuk, Sabtu (16/11/2019).

Kedatangan mereka diterima oleh kepala museum, H. Gatot Nugroho, S.Pt., beserta edukator museum, Maryati dan Devi. Ketiganya secara bergantian memberikan sambutan dan memandu jalannya acara kunjungan.

Gatot Nugroho mengatakan, ratusan siswa dari dua sekolah dasar di kecamatan Sedayu itu datang ke museum untuk berwisata sejarah, mengenal lebih dekat sosok pemimpin bangsa, HM Soeharto.

Para siswa SD Negeri Jetis, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, mengamati dan mencatat prasasti Presiden ke-2 RI, di Museum HM Soehato, Sabtu (16/11/2019). -Foto: Gatot Nugroho

“Selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang Bapak Bangsa, kunjungan ini juga merupakan pelaksanaan program wajib kunjung museum (WKM), yang saat ini sedang digalakkan oleh Dinas Kebudayaan DIY,” jelas Gatot.

Dengan mengunjungi museum dan tempat-tempat bersejarah, kata Gatot, para siswa dapat mengetahui peninggalan-peninggalan bersejarah, temasuk bisa belajar  tentang budaya Indonesia.

Sementara itu, para siswa dari dua sekolah dasar yang didampingi sejumlah guru, tampak semangat dan antusias mengikuti rangkaian acara kunjungan di museum.

Ada pun rangkaian acara dimulai di pendopo utama, dengan edukasi tentang wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kepemimpinan. Para siswa juga diberikan penjelasan tentang sejarah pendirian museum, dan autobiografi Bapak Pembangunan Nasional, HM Soeharto.

Sebelumnya, acara di pendopo utama ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, untuk mempertebal rasa bangga menjadi anak Indonesia, yang diharapkan akan makin melekat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya jiwa nasionalisme mereka.

Para siswa SD Negeri Jetis, Argosari, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, bersama sejumlah guru pendamping, foto bersama di Museum HM Soeharto, Sabtu (16/11/2019). -Foto: Gatot Nugroho

Beberapa film hiburan juga disajikan oleh edukator di pendopo utama, untuk membuat suasana terasa santai. Kemudian disambung dengan pemutaran film sejarah HM Soeharto.

Seusai acara di pendopo utama, para siswa dipersilakan masuk ke ruang diorama, dan berkeliling kompleks museum untuk melihat petilasan tempat lahirnya Bapak Bangsa, serta sumur tua peninggalan Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.