Akhir Pekan, Ribuan Pengunjung Padati Museum HM Soeharto

YOGYAKARTA – Pengelola Museum HM Soeharto mencatat, pada setiap akhir pekan jumlah pengunjung lebih dari seribu orang. Mayoritas berasal dari masyarakat umum. Mereka datang berombongan. Tidak hanya dari Yogyakarta, namun juga dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Dari data museum, jumlah pengunjung pada akhir pekan, Sabtu-Minggu (9-10/11/2019), mencapai 1.320 orang. Mereka datang secara bergelombang sejak pagi hingga sore. Sebagian rombongan berasal dari komunitas sepeda ontel, kelompok guru, dasa wisma dan lainnya.

Sejumlah pengunjung datang dari kabupaten Klaten, Surakarta dan Magelang di Jawa Tengah. Sementara dari DI. Yogyakarta, rombongan datang dari kabupaten Sleman,  Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta.

Rombongan masyarakat dari berbagai daerah dipandu dan mendapat penjelasan dari kepala museum dan edukator museum.

Rombongan dari Dasa Wisma Graulan, Desa Giri Peni, Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, saat mengikuti acara di pendopo utama Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Program pertama dilakukan di pendopo utama museum, dengan penjelasan tentang museum yang dibangun oleh H Probosutejdo, adik HM Soeharto. Dibangunnya museum ini, agar masyarakat dan pelajar mengetahui, bahwa HM Soeharto adalah sosok anak desa yang lahir di desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri ini.

Selanjutnya, rombongan penngunjung diajak nonton bareng  film autobiografi sejarah HM Soeharto. Setelah itu, pengunjung dipersilakan memasuki ruang diorama museum, yang menggambarkan lorong-lorong waktu perjalanan hidup HM Soeharto.

Sesudah dari ruang diorama, pengunjung berkeliling museum, untuk melihat petilasan tempat lahirnya HM Soeharto, dan foto bersama di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut HM Soeharto.

Pengunjung juga melihat dan merasakan sejuknya air sumur peninggalan yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Leave A Reply

Your email address will not be published.