Dari Senin hingga Minggu, Museum HM Soeharto Ramai Pengunjung

YOGYAKARTA – Lebih dari 1.000 orang mengunjungi Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, pada pertengahan Oktober 2019. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum.

Pengelola Museum HM Soeharto, mencatat selama dalam waktu empat hari (13-16/10/2019), jumlah pengunjung mencapai 1.640 orang. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jaya. Juga dari sekitar DI Yogyakarta.

Pada Sabtu-Minggu, pengunjung didominasi oleh rombongan keluarga dan masyarakat umum, sedangkan pada Senin-Jumat didominasi oleh para pelajar.

Persatuan Purna Karya Bea Cukai Pusat yang sekarang tinggal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah dan DIY. saat berkunjung ke Museum HM Soeharto, pekan kemarin. -Foto: Gatot Nugroho

Melihat jumlah kunjungan dan beragamnya latar belakang pengunjung, Museum HM Soeharto sepertinya telah menjadi destinasi wisata yang diminati banyak kalangan, dan wahana edukasi sejarah bagi para pelajar.

Seribu lebih pengunjung pada pertengahan Oktober ini, di antaranya adalah rombongan masyarakat dari wilayah DI Yoyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jaya. Di antaranya dari Persatuan Purna Karya Bea Cukai Pusat, yang sekarang tinggal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah dan DIY.

Sementara dari kalangan pelajar, datang dari rombongan TK ABA Hargowilis, Klepu, Kokap, Kulon Progo, Pos PAUD Uswatun Hasanah, Gamping, Sleman, SDIT Baik, Krapyak Kulon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, SD Unggulan Aisyiyah Kota Bantul, SD Gayamharjo, Nawung, Prambanan, Sleman, SD Winongo, Kasihan, Bantul dan SMKN 7 Kota Yogyakarta. Juga SDN Tambak Mas 2, Magetan, Jawa Timur.

Rombongan pengunjung dipandu dan mendapatkan penjelasan dari edukator Museum HM. Soeharto. Program pertama, dilakukan di pendopo utama museum untuk dijelaskan tentang sejarah museum, yang dibangun oleh H Probosutedjo, adik HM Soeharto.

Rombongan SMK Negeri 7, Gowongan Kidul, Kota Yogyakarta, saat berkunjung ke Museum HM Soeharto, pekan kemarin. -Foto: Gatot Nugroho

Dijelaskan, bahwa dibangunnya museum ini dengan tujuan agar masyarakat dan pelajar mengetahui, bahwa HM Soeharto adalah sosok anak desa yang lahir di desa Kemusuk, pernah berjuang untuk bangsa ini, pernah mengabdi dan membangun negeri ini.

Di tempat yang sama, rombongan pengunjung kemudian diajak nonton bareng  film autobiografi sejarah HM Soeharto.

Setelah itu, pengunjung dipersilakan masuk ke ruang diorama museum, yang didesain sebagai lorong waktu perjalanan hidup Presiden ke-2 RI, tersebut.

Setelah dari ruang diorama, para pengunjung diarahkan   untuk berkeliling di sekitar museum, melihat petilasan tempat dilahirkannya HM Soeharto, dan berfoto di teras rumah Eyang Noto Sudiro, kakek buyut Bapak Pembangunan Nasional.

Pengunjung juga dipersilakan melihat dan merasakan sejuknya air dari sumur kenangan yang dibangun oleh Eyang Atmo Sudiro, kakek HM Soeharto. (Pewarta: Gatot Nugroho)

Rombongan dari SD Negeri Tambak Mas 2, Magetan, Jawa Timur, saat menggelar outing class di Museum HM Soeharto. -Foto: Gatot Nugroho

Leave A Reply

Your email address will not be published.